
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) bersama Indonesia Hijau dan sejumlah mitra menanam 6.000 bibit mangrove di Muaragembong, Kabupaten Bekasi, untuk mendukung perlindungan pesisir dari abrasi sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan sejak dini.
Kegiatan ini melibatkan 20 anak dari Muaragembong yang mendapat edukasi mengenai dampak abrasi dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan memahami pentingnya pelestarian lingkungan dan ikut berperan menjaga alam di wilayah tempat tinggal mereka.
Sebanyak 6.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata berusia dua hingga tiga bulan ditanam menggunakan sistem satu ajir untuk setiap bibit. Penanaman ini merupakan kegiatan kedua CCB Indonesia di Muaragembong. Sebelumnya, perusahaan telah menanam 5.000 bibit mangrove sehingga total penanaman dalam dua kegiatan mencapai 11.000 bibit.
Direktur CCB Indonesia Andreas Basuki mengatakan, penanaman mangrove tidak sekadar menambah jumlah pohon, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi kawasan pesisir, dan mendukung penyerapan karbon.
“Bagi kami, menanam mangrove bukan sekadar menanam bibit. Di balik setiap bibit Rhizophora mucronata, ada harapan agar pesisir tetap terlindungi, karbon terus diserap, dan ekosistem tetap terjaga,” ujar Andreas.
Ia menambahkan, keterlibatan anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Pengalaman menanam mangrove secara langsung diharapkan menumbuhkan kepedulian mereka terhadap kelestarian alam sejak dini.
Menurut Andreas, upaya pelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan ekosistem dan generasi mendatang. Semangat tersebut sejalan dengan slogan CCB Indonesia, “Hijau Desaku”, yang mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari wilayah tempat tinggal masing-masing.
Keberlanjutan program juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Area penanaman berada dalam pengawasan Perhutani, Bimaspol Muaragembong, serta komunitas lingkungan Gabungan Tutorial dan Kolaborator (Gabut & Co.). Pemantauan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bibit, termasuk perkembangan akar tunjang dan tinggi tanaman.
Pendampingan tersebut diharapkan memastikan kegiatan penghijauan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga tahap pemeliharaan dan pemantauan. Dengan demikian, mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi perlindungan kawasan pesisir dalam jangka panjang.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur CCB Indonesia Andreas Basuki, Corporate Secretary CCB Indonesia Thomas Widianto, Ketua Indonesia Hijau Arifin Adib beserta tim, Ketua Divisi Lingkungan Indonesia Hijau Tina Septiani Siregar dari Gabut & Co., serta perwakilan Perhutani dan Bimaspol Muaragembong.
Melalui kolaborasi tersebut, CCB Indonesia dan para mitra berharap upaya pelestarian mangrove dapat membantu menjaga ekosistem pesisir Muaragembong sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam melindungi lingkungan.
