
KORAN MANDALA –Cuaca panas menyengat melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Oktober 2026. Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mencatat suhu maksimum mencapai 39 derajat Celsius pada 10 Oktober, tertinggi dalam pemantauan suhu maksimum periode 6–12 Oktober 2026 yang dihimpun Katadata Insight Center dari data prakiraan cuaca BMKG.
Suhu tinggi tersebut bukan terjadi di satu wilayah saja. Dalam periode yang sama, sebanyak 86 dari 484 kabupaten/kota yang dipantau tercatat mengalami suhu maksimum 35 derajat Celsius atau lebih. Kalimantan Selatan mendominasi daftar wilayah dengan suhu tertinggi.
Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru, yang juga berada di Kalimantan Selatan, masing-masing mencatat suhu maksimum 38 derajat Celsius. Data ini memperlihatkan bahwa kondisi panas perlu diwaspadai di berbagai daerah, meskipun tingkat suhu dan kondisi cuaca setiap wilayah tidak selalu sama.
Anomali Suhu Indonesia Capai 0,95 Derajat Celsius
Kondisi panas pada awal Oktober juga terjadi setelah Indonesia mencatat anomali suhu udara rata-rata yang tinggi pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan analisis 98 stasiun pengamatan, BMKG mencatat suhu udara rata-rata Indonesia pada September 2026 mencapai 27,58 derajat Celsius. Angka tersebut lebih tinggi 0,95 derajat Celsius dibandingkan normal klimatologis September periode 1991–2020, yaitu 26,63 derajat Celsius.
BMKG menyebut anomali tersebut sebagai yang tertinggi kedua sepanjang periode pengamatan sejak 1991. Dari 98 stasiun yang dianalisis, sebanyak 93 stasiun mencatat anomali suhu positif atau suhu rata-rata di atas normal klimatologisnya.
Meski demikian, suhu maksimum harian dan suhu rata-rata bulanan merupakan dua indikator berbeda. Suhu maksimum menunjukkan puncak suhu yang tercatat pada periode tertentu, sedangkan anomali suhu rata-rata menggambarkan selisih suhu rata-rata terhadap kondisi normal dalam jangka panjang.
Mengapa Suhu Bisa Sangat Tinggi?
Kondisi atmosfer, intensitas radiasi Matahari, tutupan awan, sirkulasi angin, dan karakteristik lingkungan setempat dapat memengaruhi suhu udara. Karena itu, penyebab suhu tinggi perlu dilihat berdasarkan analisis meteorologi untuk wilayah dan periode yang bersangkutan.
BMKG juga memantau dinamika iklim dan atmosfer yang berpengaruh terhadap kondisi cuaca Indonesia. Dalam analisis dinamika atmosfer pada akhir September 2026, BMKG melaporkan fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat berdasarkan indeks ENSO tiga bulanan periode Juli–September. BMKG turut mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah pada awal Oktober.
Namun, suhu maksimum 39 derajat Celsius tidak serta-merta berarti Indonesia sedang mengalami gelombang panas. Penetapan fenomena gelombang panas membutuhkan kriteria meteorologis tersendiri, bukan hanya berdasarkan satu catatan suhu tertinggi.
Cara Mengurangi Risiko Saat Cuaca Panas
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan kondisi tubuh ketika suhu meningkat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Minum air secara berkala untuk menjaga kecukupan cairan.
- Mengurangi aktivitas fisik berat saat siang hari ketika cuaca terasa sangat panas.
- Memilih tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk untuk beristirahat.
- Mengenakan pakaian ringan dan menggunakan topi atau payung saat berada di bawah sinar Matahari.
- Memantau informasi cuaca dan peringatan resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Suhu maksimum yang mencapai 39 derajat Celsius menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca perlu dipantau secara berkala.
Masyarakat sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka suhu tertinggi, tetapi juga memperhatikan durasi paparan panas, kondisi lingkungan, serta informasi cuaca di wilayah masing-masing.
