Thursday, October 15News That Matters

Punya Anggaran Militer Tembus Rp1.486 Triliun, Arab Saudi Masih Saja Keteteran Hadapi Houthi!


Wacana Berita, Jakarta –

Arab Saudi memiliki jet tempur modern dan sistem pertahanan udara berlapis. Namun, kekuatan militer yang didukung anggaran jumbo itu belum sepenuhnya mampu mencegah serangan kelompok Houthi dari Yaman yang mengancam sejumlah fasilitas strategis kerajaan.

Serangan Houthi dilaporkan menyasar berbagai sasaran penting, termasuk bandara dan infrastruktur minyak. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pertahanan udara Arab Saudi dalam menghadapi ancaman rudal dan drone.

Menurut laporan NDTV pada Selasa (13/10/2026), Arab Saudi mengalokasikan sekitar 6,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada 2025. Anggaran tersebut mencapai 83 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.486 triliun, menjadikan kerajaan itu negara dengan belanja militer terbesar kedelapan di dunia.

Untuk memperkuat kemampuan pertahanannya, Arab Saudi juga memiliki jet tempur F-15 dan Eurofighter Typhoon, serta sistem pertahanan udara Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Jet tempurnya bahkan dilaporkan digunakan untuk menyerang posisi Houthi di Yaman dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, Arab Saudi masih bergantung pada impor persenjataan karena industri pertahanan dalam negerinya terbatas. Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis menjadi sejumlah negara pemasok senjata, yang pembeliannya juga merupakan bagian dari strategi diplomatik untuk mempertahankan dukungan sekutu.

Kerajaan tersebut juga baru menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Namun, berbagai kerja sama dan kepemilikan alutsista canggih tidak serta-merta menjamin seluruh wilayahnya bebas dari ancaman serangan.

Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran terus mengembangkan kemampuan militernya sejak merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014. Drone dan rudal mereka diklaim mampu menjangkau sasaran hingga sekitar 2.000 kilometer, termasuk wilayah Israel dan sejumlah target strategis di Arab Saudi.

Salah satu tantangan bagi sistem pertahanan udara adalah taktik Houthi yang meluncurkan drone dan rudal dengan kecepatan serta karakteristik berbeda secara bersamaan. Strategi tersebut dapat menyulitkan proses pendeteksian, identifikasi, hingga pencegatan seluruh ancaman yang datang.

Baca Juga: Militer Yaman Klaim 1.200 Personel Houthi Dinetralisir dalam Operasi Fajar Yaman

Persenjataan Houthi antara lain mencakup rudal balistik jarak menengah Palestine-2, yang diklaim kelompok tersebut memiliki kemampuan hipersonik. Mereka juga memiliki rudal Toufan yang diduga merupakan varian rudal Ghadr buatan Iran, serta rudal jarak pendek dari seri Burkan dan Badr.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa besarnya anggaran militer dan kecanggihan alutsista tidak otomatis membuat sebuah negara kebal terhadap serangan. Kemampuan lawan menggunakan drone dan rudal dalam pola serangan yang kompleks tetap menjadi tantangan bagi pertahanan udara Arab Saudi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *