Wednesday, October 14News That Matters

Politik Itu Keras dan Kejam, Namun Tetap Ada Moral dan Etikanya


Wacana Berita, Jakarta –

Dunia politik praktis acapkali diidentikkan dengan arena pertarungan tanpa ampun di mana segala cara dihalalkan demi merengkuh kekuasaan. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai turun gunung untuk memberikan peringatan keras sekaligus wejangan moral kepada para aktor politik lintas generasi.

SBY sebagai sosok yang telah kenyang menelan asam garam perpolitikan nasional hingga menduduki kursi pemerintah selama satu dekade, ia membedah anatomi kekuasaan secara transparan. 

Baca Juga: Jerit Hati Suku Balik Kalimantan: IKN Gagasan Jokowi Bakal Jadi Sumber Petaka Baru

Ia mengakui bahwa ia kini telah mengambil jarak yang cukup jauh dari arena pertarungan kekuasaan. Status Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat-nya kini lebih difokuskan pada peran pembinaan alih-alih eksekusi operasional.

“Saya tidak lagi aktif di politik praktis, apalagi di politik kekuasaan, apalagi day to day (hari ke hari). Sudah ada generasi yang lebih muda. Orang tua, mentor, hanya memberikan dorongan, restu atau blessing (berkat), agar mereka sukses dalam menjalankan misi politik,” ungkapnya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Berbekal posisi sebagai pengamat sekaligus mentor itulah, ia melontarkan sebuah pengingat yang sangat fundamental tentang hakikat berpolitik.

SBY menyadari sepenuhnya bahwa medan pertarungan elektoral adalah arena gladiator yang tanpa ampun, namun hal itu tidak bisa dijadikan dalih untuk menanggalkan kemanusiaan.

“Politik itu keras, politik itu kejam, tapi tetap ada moralnya dan tetap ada etikanya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengaitkan pentingnya moralitas politik ini dengan visi besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Jika moral dan etika terus digerus oleh kekejaman politik, maka cita-cita untuk menjadi pusat peradaban dunia hanya akan menjadi pepesan kosong.

“At least (Setidaknya), kita menjadi bangsa kuat, ekonomi kuat, demokrasi mapan, dan kemudian mempunyai keadilan yang makin kuat dan mengakar, kemudian kemajuan teknologi. Dan mudah-mudahan 2045 is a good beginning (jadi awal yang baik) untuk membangun peradaban maju bangsa Indonesia,” paparnya.

Menurut SBY, kemajuan peradaban adalah soko guru sejati bagi negara-negara maju di Eropa, Jepang hingga Amerika.

Baca Juga: Loyalis Berat Jokowi: Kita Harus Menghormati Hak Rakyat, Dengan Menyuruh Wapres Gibran Mundur…

“More than education, culture, everything is there (Lebih dari sekadar pendidikan, kebudayaan, semuanya menjadi faktor kemajuan peradaban),” tuturnya. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *