
Mantan Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) periode 2014-2019, Budianto Tarigan, meminta Iriana Joko Widodo ikut berperan dalam menyelesaikan polemik jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ia menyarankan Iriana membujuk Presiden Joko Widodo agar merelakan putra sulungnya mundur demi kepentingan bangsa dan martabat keluarga.
Saran tersebut disampaikan Budianto saat menjadi narasumber di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 13 Oktober 2026. Menurutnya, penyelesaian polemik terkait persyaratan pendidikan Gibran melibatkan tiga sosok utama, yakni Gibran, Jokowi, dan Iriana.
Budianto menilai Jokowi memiliki peran besar dalam pencalonan Gibran pada Pilpres 2024. Namun, ia juga melihat Iriana memiliki pengaruh penting dalam pengambilan keputusan di lingkungan keluarga.
“Mestinya Bu Iriana ngomong sama suaminya sama Pak Jokowi, ‘Pak, sudahlah Pak kali ini kita mendengar aspirasi masyarakat sehingga kita katakan bahwa lebih baik Gibran mundur’,” ungkap Budianto.
Ia menegaskan, saran tersebut disampaikan berdasarkan pemikirannya sebagai orang yang mengaku pernah bersahabat dekat dengan keluarga Jokowi. Menurutnya, polemik yang terus berlangsung telah menguras energi bangsa sehingga perlu segera diselesaikan.
Budianto juga menilai pengunduran diri secara sukarela dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk lebih mudah memaafkan keluarga Jokowi. Sebaliknya, mempertahankan jabatan di tengah penolakan publik berpotensi memperpanjang persoalan politik dan hukum.
Baca Juga: Mahfud MD: Kritik ke Prabowo Mereda, Jokowi dan Gibran Jadi Bulan-bulanan
Ia turut menyoroti putusan MK yang, menurut uraian tersebut, menyatakan tidak adanya bukti meyakinkan terkait ijazah atau sertifikat pendidikan Gibran yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Budianto menilai persoalan itu telah memengaruhi legitimasi moral Gibran sebagai Wakil Presiden.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa keputusan untuk terus mempertahankan jabatan dapat menimbulkan biaya sosial, politik, dan ekonomi yang besar. Sebaliknya, pengunduran diri yang dilakukan dengan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan bangsa dinilai dapat menjadi warisan sikap kesatria sekaligus menjaga kehormatan keluarga hingga generasi berikutnya.
