Monday, October 12News That Matters

Persija Sempat Buntu sebelum Bantai PSIM 4-0, Shin Tae-yong Bicara Evaluasi


Wacana Berita, Jakarta –

Persija Jakarta harus menunggu hingga 15 menit terakhir untuk memastikan kemenangan telak atas PSIM Yogyakarta. Setelah kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah, Macan Kemayoran akhirnya mencetak empat gol dan menutup pertandingan pekan keempat Super League 2026-2027 dengan skor 4-0.

Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengakui pertandingan tersebut diperkirakan akan berjalan sulit. Ia mengapresiasi kerja keras pemain yang mampu mengubah situasi setelah serangan mereka belum menghasilkan gol pada babak pertama.

“Awalnya kami menganggap pertandingan ini mungkin akan sangat sulit,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari Antara, Sabtu (10/10/2026).

Persija sebenarnya tampil agresif sejak awal pertandingan. Namun, PSIM mampu menjaga kedisiplinan pertahanan sehingga kedua tim menutup babak pertama dengan skor imbang tanpa gol.

Kebuntuan berlanjut setelah turun minum. Persija sempat mencetak gol melalui Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-56, tetapi gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan video assistant referee (VAR) karena posisi offside.

Situasi itu membuat Persija harus kembali mencari cara untuk menembus pertahanan PSIM. Gol yang dinantikan akhirnya datang pada menit ke-77 melalui Alexander Jeremejeff, yang berhasil menyelesaikan peluang untuk membawa tim tamu unggul.

Empat menit kemudian, Stjepan Loncar menggandakan keunggulan Persija. Gol tersebut membuat tekanan terhadap PSIM semakin besar, sebelum Kwon Chang-hoon mencetak gol ketiga pada menit ke-87.

Loncar kemudian memastikan kemenangan Persija semakin meyakinkan lewat gol keduanya pada menit 90+3. Empat gol pada penghujung laga mengubah pertandingan yang sempat ketat menjadi kemenangan besar bagi Macan Kemayoran.

Shin menilai hasil positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras pemain di seluruh lini. Ia melihat para pemain tetap berusaha menjalankan tugasnya meski pertandingan sempat tidak berjalan sesuai harapan.

“Namun, kita lihat para pemain lini depan hingga belakang bekerja keras semuanya, sehingga kita bisa membawa hasil yang positif,” ujarnya.

Bagi Shin, pertandingan seperti ini juga menjadi bagian dari proses evaluasi yang harus dijalani tim. Ia menjelaskan bahwa dalam kompetisi liga, persoalan bisa muncul setiap kali sebuah tim bertanding dan perlu segera dibenahi sebelum laga berikutnya.

“Kalo di liga setiap bertanding pasti akan muncul masalah itu harus diperbaiki,” kata Shin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan besar tidak serta-merta membuat seluruh pekerjaan tim selesai. Persija tetap perlu menilai bagian permainan yang belum berjalan optimal, terutama ketika mereka membutuhkan waktu cukup lama untuk memecah kebuntuan.

Baca Juga: Persija Terusir dari Jakarta, GBK Dipakai FIFA ASEAN Cup dan JIS Sudah Booking Konser

Hasil melawan PSIM memperpanjang rekor Persija menjadi empat kemenangan beruntun. Tim asuhan Shin kini mengoleksi 12 poin dan untuk sementara berada di puncak klasemen Super League 2026-2027.

Shin juga mengapresiasi dukungan suporter yang datang langsung ke Bantul. Ia menilai kehadiran pendukung menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga semangat pemain dalam mengejar target sepanjang musim.

“Mungkin untuk (menuju) juara yang paling dibutuhkan itu ya ini, suporter kita. Jadi, datang sampai jauh ke sini dan mendukung,” tandasnya.

Kemenangan 4-0 menjadi hasil akhir yang meyakinkan bagi Persija, tetapi proses menuju empat gol tersebut juga menyisakan bahan evaluasi. Shin kini perlu memastikan timnya mampu mempertahankan produktivitas sekaligus memperbaiki persoalan yang muncul ketika menghadapi lawan dengan pertahanan disiplin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *