
Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, kembali mengkritik pandangan Rocky Gerung mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai persoalan anggaran program tersebut tidak seharusnya dibahas dengan mengabaikan dampaknya terhadap anggaran pendidikan dan gaji guru.
Kritik itu disampaikan Iman melalui unggahannya di X, Senin (12/10/2026). Ia menanggapi pernyataan Rocky saat berdialog dengan akademisi Bagus Muljadi dalam tayangan di YouTube.
“Gaji guru tidak pernah mengambil dana MBG, karena gaji guru sudah ada sebelum MBG. Justru MBG yang mengambil anggaran pendidikan, yang selanjutnya berdampak pada gaji guru,” kata Iman.
Iman juga mempertanyakan penggunaan filsafat dalam argumentasi yang menurutnya membela pembiayaan MBG dari anggaran pendidikan. Ia menilai pemerintah memiliki ruang anggaran lain yang bisa digunakan untuk membiayai program tersebut.
“Gaji guru dari 20% pendidikan, maka MBG bisa ambil 80% APBN. Kenapa harus berfilsafat buat ngambil 20% pendidikan? kurang gede apa lagi 80% APBN?” ujarnya.
Menurut Iman, persoalan sumber pendanaan MBG dan anggaran pendidikan telah dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menyebut MK telah memberikan solusi agar pembiayaan MBG dapat diambil dari anggaran di luar alokasi 20 persen untuk pendidikan.
“MK udah ngasih solusi, boleh diambil dari pendidikan, tapi diluar 20%. Artinya diambil dari 80% APBN kita,” ucapnya.
Iman memperingatkan, jika MBG tetap dipaksakan menggunakan alokasi 20 persen anggaran pendidikan, hal itu menurutnya dapat memperkuat dugaan bahwa pembiayaan program tersebut berpotensi menggerus anggaran untuk guru.
“Makanya kalau ngotot terus maksa MBG pake 20% anggaran pendidikan, berarti memang benar, tujuannya mengeruk gaji guru. Tapi pake filsafat ngeruknya,” terang Iman.
Sementara itu, dalam dialog bersama Bagus Muljadi, Rocky Gerung membahas kemungkinan mengalihkan anggaran pendidikan sepenuhnya untuk MBG atau sebaliknya. Ia menyampaikan bahwa kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi berbeda bagi guru dan murid.
“Kalau misalnya seluruh dana pendidikan dipindahin ke MBG, gurunya mati tuh. Kalau begitu sebaliknya, kalau seluru dana MBG dipindahin ke guru, gurunya betul-betul tercerdas,” kata Rocky.
Rocky kemudian mengaitkan kualitas pengajaran dengan pemenuhan nutrisi anak. “Tapi begitu dia mulai untuk mengajar dilihat anaknya bego. Kenapa? Ya anaknya nggak dapat nutrisi,” sambungnya.
Rocky juga menyinggung usulan untuk membagi anggaran secara proporsional antara MBG dan pendidikan. Ia menyebut pilihan tersebut sebagai jalan ketiga yang menurutnya perlu diuji argumentasinya.
Baca Juga: ‘Lu Ngisep Darah Guru, Rock’ Kritik Keras soal Pembelaan Rocky Gerung terhadap MBG
“Oh, tapi kan ada jalan ketiga. Jalan ketiga mah, jalan yang gampang aga. Separuh-separuh deh gitu. Tapi kan kita mau uji argumen itu,” imbuhnya.
Ia menilai sebagian pengkritik MBG berupaya mempertahankan posisi pemikirannya sendiri. “Orang mau menyelamatkan posisi pikirannya dengan mengabaikan perjanjian kurikulum berpikir itu. Enggak ada soal, tap kurikulumnya harus jelas kan. Persoalan yang ada di atas soal, bukan persoalan yang dibawa untuk jadi soal,” paparnya.
