
Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menepis keras isu yang menyebut dirinya menggelar pertemuan dengan mantan Presiden Jokowi guna membahas kemungkinan mundurnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di saat yang sama, ia mengingatkan para elite politik agar tidak terlalu dini disibukkan oleh kalkulasi manuver politik menuju Pemilu 2029.
“Enggak, enggak ketemu. Bohong, hoaks itu,” tegas Budi Arie menanggapi spekulasi liar yang beredar di ruang publik.
Budi menilai, menghangatnya dinamika politik dan spekulasi koalisi menjelang 2029 semestinya tidak menggeser prioritas utama pemerintahan saat ini.
Ia menekankan bahwa para pemangku kepentingan harus memusatkan perhatian pada program pembangunan nasional dan persoalan rakyat.
Menurutnya, periode sebelum tahapan resmi pemilu harus dimanfaatkan oleh para pemimpin untuk menunjukkan hasil kerja nyata.
Tantangan seperti penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan ekonomi rakyat menuntut perhatian berkelanjutan, bukan malah disingkirkan demi meracik strategi elektoral semata.
Lebih lanjut, Budi mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan persatuan nasional di atas persaingan politik dini. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berujung pada penyebaran informasi yang belum terverifikasi yang dapat memperlebar jurang perpecahan.
Para elite politik, lanjut Budi, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan proporsional. Ia menegaskan bahwa esensi demokrasi bukan sebatas perebutan kekuasaan, melainkan tanggung jawab pemenuhan kepentingan masyarakat luas.
