Monday, October 12News That Matters

IHSG Langsung Tancap Gas, Dibuka Menguat 0,26% ke 6.109


Wacana Berita, Jakarta –

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (12/10/2026) di zona hijau. IHSG naik 15,56 poin atau 0,26% ke level 6.109,32 pada pembukaan.

Penguatan berlanjut pada awal perdagangan. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 32,22 poin atau 0,53% ke level 6.125,98.

Aktivitas transaksi sementara mencatat volume perdagangan mencapai 8,12 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp172,45 miliar.

IHSG Dipengaruhi Banyak Sentimen

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta menyebut, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada Senin (12/10/2026), didukung momentum teknikal positif, meredanya ketegangan AS-Iran, stabilitas rupiah, dan pertumbuhan konsumsi domestik.

Namun, arus keluar dana asing, penurunan volume transaksi, serta ketidakpastian reformasi pasar modal masih membayangi.

“Prospek IHSG masih cautiously optimistic. IHSG memiliki level support di 5.973 dan 5.851, serta resistance di 6.180 dan 6.267,” kata Nafan dalam riset hariannya.

Sentimen eksternal turut membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu. Harga minyak Brent pun turun 0,29% ke US$104,42 per barel, sementara pasar memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada 28 Oktober 2026 mencapai 82,3%.

Dari dalam negeri, rupiah menguat 0,09% ke Rp17.899 per dolar AS, sedangkan penjualan ritel Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan, naik dari 1,1% pada Juli.

Selain itu, Danantara membuka peluang menambah investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi pasar dan valuasi saham. Meski berpotensi menopang sentimen, realisasi investasi tersebut belum menjamin penguatan IHSG berlanjut.

Di balik peluang penguatan, tekanan dari investor asing masih menjadi tantangan utama. Mirae Asset mencatat aksi jual bersih asing (net foreign sell) harian sebesar Rp141,50 miliar, sedangkan akumulasi net foreign sell sejak awal tahun mencapai Rp111,13 triliun.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 6.150, Tapi Perlu Cermati Tekanan Asing

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Investor Tetap Waspadai Arus Keluar Asing dan Evaluasi MSCI

Secara tahun berjalan, IHSG juga tercatat melemah 29,53%. Angka tersebut menggambarkan besarnya tekanan yang telah dihadapi pasar saham domestik sepanjang 2026.

Selain arus keluar modal asing, pelaku pasar masih menyoroti reformasi pasar modal dan evaluasi MSCI yang dijadwalkan pada 11 November 2026. 

Implementasi penyesuaian batas harga minimum saham, penyempurnaan mekanisme perdagangan, transparansi kepemilikan, dan peningkatan kualitas tata kelola akan menjadi faktor penting dalam memperbaiki persepsi investor terhadap pasar saham Indonesia.

Menjelang evaluasi tersebut, investor berpotensi bersikap lebih selektif dan mengurangi eksposur pada saham yang dinilai memiliki risiko likuiditas maupun transparansi lebih tinggi. Karena itu, keberhasilan reformasi pasar modal menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kepercayaan investor dalam jangka menengah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *