Monday, October 12News That Matters

Astra Rogoh Rp858 Miliar, Bidik Tambah Kepemilikan AUTO Jadi 84,9%


Wacana Berita, Jakarta –

PT Astra International Tbk (ASII) resmi menggelar penawaran tender sukarela untuk membeli maksimal 238,44 juta saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Astra menawarkan harga Rp3.600 per saham dengan nilai transaksi maksimal mencapai Rp858,39 miliar.

Berdasarkan prospektus perseroan, saham yang ditawarkan setara dengan 4,947% dari total saham AUTO yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Periode penawaran berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026, setelah memperoleh tanggal efektif pada 9 Oktober 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan pada 18 November 2026. Untuk melaksanakan transaksi ini, Astra menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. sebagai penjamin pelaksana penawaran.

Saat ini, Astra menggenggam 3,86 miliar saham AUTO atau sekitar 80% kepemilikan. Melalui tender sukarela tersebut, kepemilikan Astra berpotensi meningkat menjadi maksimal 84,947% atau sekitar 4,09 miliar saham.

Harga penawaran Rp3.600 per saham mencerminkan premi 35,57% dibandingkan rata-rata harga perdagangan harian tertinggi AUTO selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman, yakni Rp2.655,41 per saham.

Manajemen Astra menyebut aksi korporasi ini sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis otomotif yang menjadi salah satu pilar utama grup. Prospek pertumbuhan AUTO diharapkan turut meningkatkan kontribusi terhadap laba bersih konsolidasi Astra.

Baca Juga: Astra Siapkan Dividen Rp3,89 Triliun, Investor Kebagian Rp98 per Saham

Baca Juga: Menuju 70 Tahun Astra, UMKM Belajar Meracik Konten agar Produk Makin Dikenal

Astra juga memastikan memiliki likuiditas yang cukup untuk membayar transaksi secara tunai. Meski kepemilikannya bertambah, aksi ini tidak mengubah status pengendalian AUTO karena Astra sejak awal telah menjadi pemegang saham pengendali.

Perseroan menegaskan tidak berencana menggabungkan AUTO dengan anak usaha lain, melakukan voluntary delisting, ataupun mengubah status AUTO menjadi perusahaan tertutup (go private). Astra juga berkomitmen memenuhi ketentuan minimum saham publik (free float) yang berlaku di bursa.

Selain itu, manajemen memastikan tender sukarela tersebut tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun operasional AUTO. Kegiatan usaha akan tetap berjalan normal tanpa rencana perubahan strategi bisnis, jajaran manajemen, maupun tenaga kerja.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *