
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta petani dan peternak yang menghadapi persoalan usaha agar datang langsung kepadanya daripada menggelar demonstrasi. Ia berjanji mencari solusi selama kebijakan terkait masih berada dalam kewenangannya.
“Saya minta seluruh asosiasi tidak usah repot turun demo. Datang ke saya, insyaallah selama kebijakan di tangan saya, saya beresin untuk peternak Indonesia,” ujar Amran di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah peternak ayam petelur menggelar demonstrasi di DPR. Mereka memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak serta tingginya biaya pakan yang menekan keberlangsungan usaha.
Menanggapi keluhan itu, Amran menerima para peternak di kediamannya pada Jumat pukul 06.00 WIB. Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut membahas persoalan yang mereka hadapi.
Salah satu langkah yang langsung diinstruksikan Amran adalah meminta Perum Bulog menyediakan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, pasokan jagung dari sejumlah sentra produksi, seperti Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, telah didatangkan ke Surabaya, Jawa Timur.
Di Pelabuhan Tanjung Perak, proses bongkar muat sedang berlangsung sebelum jagung didistribusikan ke tiga provinsi di Pulau Jawa. Masing-masing provinsi mendapat alokasi 5.000 ton pada pekan ini.
Selain itu, Bulog telah menyiagakan lebih dari 5.000 ton jagung di Lampung. Distribusi jagung dari Gorontalo ke berbagai daerah juga terus ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.
Untuk jangka panjang, Kementerian Pertanian menyiapkan ekosistem peternakan terintegrasi. Dalam skema tersebut, Bulog akan berperan sebagai penyerap jagung pakan atau off-taker dan dilibatkan dalam sistem resi gudang guna membantu menjaga stabilitas harga.
Baca Juga: Tembus Rekor, Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras Petani
Amran menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi petani dan peternak agar tetap dapat menjalankan usaha secara berkelanjutan.
“Saya pertaruhkan segalanya. Itu perintah Bapak Presiden. Jaga mereka, lindungi mereka. Beri kesempatan peternak untung, pasti dia berproduksi,” ujarnya.
