
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen sebagai kader Partai Gerindra meskipun mertuanya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), kini menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat dimintai tanggapan terkait keputusan Jokowi bergabung dengan PSI, Bobby mengaku tidak melihat hal tersebut sebagai persoalan. Menurutnya, perbedaan pilihan partai dalam keluarga merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
“Ini saya kader Gerindra,” ujar Bobby, dkutip Sabtu (10/10).
Meski demikian, Bobby mengaku tetap terbuka menjalin komunikasi dan kerja sama politik dengan berbagai partai yang selama ini memberikan dukungan kepadanya. Ia menilai hubungan antarkekuatan politik tidak otomatis berakhir hanya karena berada di kendaraan partai yang berbeda.
“Ya enggak cuma PSI, ya. Hari ini yang minta dukungan, support, dan penguatan seluruh partai pendukung. Partai pendukung baik pendukung Prabowo-Gibran dan pendukung Bobby-Surya, ya wajar dong. Walaupun saya kader Gerindra, bukan berarti partai pendukung dan pengusung kemarin tiba-tiba, putus hubungan, kan tidak,” ungkapnya.
Sementara itu, Jokowi mengungkapkan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Pengakuan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung pada 26 September lalu.
Baca Juga: Gerindra Buka Suara Soal Gibran di Pilpres 2029
Dalam kesempatan itu, Jokowi bahkan memperlihatkan kartu tanda anggota (KTA) PSI sebagai bukti keanggotaannya. Ia mengatakan telah bergabung dengan PSI sekitar setahun sebelumnya, meskipun banyak pihak yang meragukan kabar tersebut.
“Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya,” kata Jokowi.
