
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab persoalan nyata perkotaan, salah satunya penataan kawasan padat penduduk di Ibu Kota.
Pramono menyebut Jakarta memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekosistem AI. Saat ini, terdapat 102 pusat data yang beroperasi di Jakarta atau hampir separuh dari total pusat data yang ada di seluruh Indonesia.
Salah satu proyek percontohan yang disiapkan adalah penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang mencakup Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai permukiman padat yang membutuhkan penataan komprehensif.
Berbeda dengan pendekatan penataan kawasan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan revitalisasi di Tanah Abang akan dilakukan tanpa penggusuran warga.
“Kita akan menerapkan AI untuk melakukan renovasi dan revitalisasi tanpa melakukan penggusuran,” ujar Pramono di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).
Menurut Pramono, teknologi AI akan dimanfaatkan secara end-to-end, mulai dari tahap perancangan kawasan hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan. Pemanfaatan tersebut meliputi pemodelan desain kawasan yang lebih presisi, optimalisasi sirkulasi dan ruang terbuka, hingga penggunaan CCTV berbasis analitik untuk pemantauan kawasan secara terukur.
“Kebetulan di Kebon Kacang dan sebagainya ini 2,3 kilo, di situ ada juga masjid, ada musala, ada tempat ibadah yang lainnya, dan kalau ditanya apakah mereka punya surat, pasti sebagian besar tidak mempunyai HGB atau apapun, paling surat girik ataupun bayar PBB ataupun yang ini,” katanya.
Baca Juga: Tiga BUMD DKI Jadi Perseroda, Pramono: Perkuat Profesionalisme dan Pengawasan Publik
Meski demikian, keterbatasan legalitas tersebut tidak akan menjadi penghalang untuk melakukan pembenahan. Pramono justru ingin kawasan tersebut ditata menjadi kawasan yang lebih layak huni dan estetis.
“Sehingga dengan demikian saya pengen itu dilakukan pembenahan dan dibuat menjadi cantik dan saya pengen banget tahun 2028 ini selesai,” tutur Pramono.
Pramono menargetkan proyek revitalisasi kawasan Tanah Abang berbasis AI tersebut dapat rampung pada 2028. Ia berharap proyek ini dapat menjadi contoh nyata bahwa penyelesaian persoalan kawasan padat penduduk dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi.
“Ini bisa menjadi contoh bagi kita, terutama bagi masyarakat Indonesia bahwa penyelesaian dengan menggunakan AI itu bisa juga dilakukan dan itu dilakukan di Jakarta,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pramono mengatakan kondisi permukiman di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan penanganan menyeluruh. Kepadatan hunian menjadi salah satu persoalan yang disorot.
“Secara jujur saya harus mengatakan itu. Bahkan ada beberapa hunian satu rumah tiga kali empat yang menghuni itu sampai dengan 15 orang,” pungkas Pramono.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI akan melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Sosial. Dinas SDA akan menangani aspek infrastruktur fisik dan aliran kali, sedangkan Dinas Sosial menangani persoalan sosial di kawasan tersebut.
Dari sisi pembiayaan, Pramono mengatakan penataan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan sumber pendanaan lain, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB).i’m
