
Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum terealisasi hingga Jumat (9/10/2026) menambah beban ekonomi para pendidik. Kondisi ini terutama dirasakan guru honorer yang mengandalkan tunjangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Reza Sudrajat, mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan tidak hanya terjadi di satu wilayah. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari rekan sesama guru, persoalan serupa dialami pendidik di sejumlah daerah.
“Sempet nanya ke temen yang dibandung & beberapa daerah di Indonesia di luar Jawa. Rata rata TPG mereka belum cair,” kata Reza melalui unggahannya di X, Jumat (9/10/2026).
Menurut Reza, keterlambatan tersebut terjadi pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, termasuk sekolah luar biasa (SLB). Ia pun mempertanyakan pencairan tunjangan yang belum selesai meski kalender telah memasuki Oktober.
“Diberbagai jenjang, dari TK-SMA, bahkan SLB. Padahal ini udah tanggal berapa coba?” ujarnya.
Dampak keterlambatan itu disebut semakin berat bagi guru yang kondisi keuangannya terbatas. Sebagian pendidik bahkan dilaporkan mulai berutang untuk menutupi kebutuhan hidup.
“Dan banyak guru guru yang udah mulai menyerah dengan cara berhutang, atau ngejadiin sertifikat pendidik sebagai jaminan pinjaman ke bank,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sempat menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan pencairan TPG untuk periode Juli-September 2026. Permintaan maaf tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Baca Juga: Imbas TPG Tak Kunjung Cair, Pemerhati Pendidikan Ancam Gelar Aksi Mogok Kerja Nasional
Dalam poster yang diunggah pada September 2026 itu, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa proses pencairan masih dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan.
“Saat ini Kemendikdasmen dan Kemenkeu tengah berkoordinasi untuk menyelesaikan proses persetujuan hingga penyaluran TPG periode Juli-September 2026,” tulis keterangan dalam poster tersebut.
