
Perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto terus memunculkan spekulasi soal arah kekuasaan di pemerintahan. Sejumlah pejabat yang kerap dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengalami pergeseran posisi. Istana pun angkat bicara menanggapi dugaan bahwa reshuffle tersebut bertujuan mengikis pengaruh Jokowi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto dengan tegas membantah anggapan tersebut. Ia memastikan perombakan kabinet yang dilakukan Prabowo tidak berkaitan dengan upaya menyingkirkan orang-orang yang dianggap dekat dengan Jokowi, termasuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Pratikno.
“Nggak ada, nggak ada isu mempreteli, beritanya nggak benar,” kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Jokowi Santai Ada Ancaman Pemakzulan Gibran: Silakan…
Bambang menegaskan kondisi kabinet tetap solid meski Prabowo telah melakukan perombakan besar-besaran. Menurutnya, pergantian sejumlah pejabat merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang biasa terjadi, bukan langkah untuk mengurangi pengaruh mantan presiden.
“Kita tetap solid kok. Tidak ada kaitannya dengan hal mempreteli (Jokowi). Itu hanya pergantian biasa saja,” ujarnya.
Ia juga menanggapi kabar pertemuan Prabowo dan Jokowi yang berlangsung pada Selasa (6/10/2026). Namun, Bambang mengaku tidak mengikuti perkembangan informasi tersebut karena kesibukannya menghadiri sejumlah rapat di DPR dalam beberapa hari terakhir.
“Saya tidak memantau tentang itu ya. Saya tadi sampaikan bahwa saya beberapa hari ini sibuk di DPR, nggak sempat ke mana-mana,” imbuhnya.
Baca Juga: Keren! Salinan Ijazah Wapres RI Dipajang Permanen di Kampus Elite Dunia
Sebelumnya, Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada Kamis (1/10/2026). Perombakan yang berlangsung untuk ketujuh kalinya sejak ia menjabat sebagai presiden pada Oktober 2024 itu turut mengubah posisi sejumlah pejabat yang kerap disebut sebagai orang dekat Jokowi.
Salah satu nama yang mengalami pergeseran adalah Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara pada era Jokowi. Sebelumnya, Pratikno menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Dalam reshuffle terbaru, posisinya digantikan oleh Sugiono, sementara Pratikno diangkat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Perubahan juga terjadi pada posisi Kapolri. Jenderal Listyo Sigit Prabowo digantikan oleh Suyudi Ario Seto, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
