
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru yang saat ini dikembangkan sebesar 510 megawatt (MW) masih dapat ditingkatkan lagi sebesar 160 MW.
Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan prosesi penggenangan bendungan (dam) PLTA Batang Toru yang berlokasi di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Jumat (9/10/2026).
“Jadi, setelah ini (Fase I 510 MW) berjalan dengan baik, ya kemudian rencananya ada pengembangan 160 MW, ya kemudian ada potensi lagi akan dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada. Tapi, mereka sudah membuatkan kajian, jadi akan mengembangkan tahap kedua 160 MW,” ungkap Yuliot.
Sebagai informasi, PLTA tersebut dirancang untuk beroperasi secara penuh pada jam beban puncak, yakni antara pukul 18.00 hingga 24.00.
Menurut Yuliot, strategi peningkatan kapasitas dari satu aliran sungai merupakan salah satu keahlian pengembang asal Tiongkok. Adapun saat ini PLTA Batang Toru dikembangkan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), perusahaan yang berstatus sebagai independent power producer (IPP).
Ia mencontohkan, Tiongkok bahkan mampu membangun hingga 17 PLTA dalam satu aliran sungai. Melalui pendekatan tersebut, potensi daya listrik yang dihasilkan oleh suatu sungai dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“17 PLTA dalam satu aliran sungai. Mereka (Negara Tiongkok) memiliki kapasitas sekitar 22 gigawatt (GW),” ucap Yuliot.
Baca Juga: PLN Siap Integrasikan PLTA Batang Toru 510 MW ke Sistem Sumbagut
Baca Juga: Penggenangan Bendungan Dimulai, PLTA Batang Toru Siap Perkuat Listrik Sumatera
Berkaca dari hal tersebut, ia membidik pengembangan satu unit tambahan di hilir Sungai Batang Toru. Yuliot juga menilai bahwa proyek perluasan ini dapat langsung digarap oleh NSHE tanpa perlu mencari pemenang lelang baru.
“Kalau bisa, ya, tanpa tender lagi. Karena ini (pembangunan yang sedang berlangsung) kan sudah tender. Tinggal perluasan, nambah ke bawah. Ini FS-nya sudah disiapkan oleh NSHE, nanti kalau ditenderkan itu ya, ini pemenang tender cari investor lagi, sodori lagi sama NSHE untuk pengembangan. Itu yang kami tidak inginkan. Ini (NSHE) kan sudah terbukti,” tutup Yuliot.
