
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (8/10/2026). IHSG naik 8,25 poin atau 0,13% ke level 6.154,97.
Namun, penguatan tersebut tak bertahan lama. Hanya beberapa menit setelah perdagangan dibuka, IHSG berbalik melemah dan masuk ke zona merah.
Dalam tiga menit pertama perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.137 hingga 6.162. Pergerakan pasar juga masih cukup berimbang, dengan 198 saham menguat, 226 saham melemah, dan 242 saham lainnya stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat mencapai 2,34 miliar saham dengan nilai sekitar Rp499 miliar. Transaksi tersebut terjadi dalam 84.822 kali perdagangan.
IHSG Dipengaruhi Sentimen The Fed dan Cadangan Devisa
Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menguji level 6.200–6.230 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
Phintraco Sekuritas menilai peluang tersebut masih terbuka meski sejumlah sentimen global berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar.
Dari global, indeks di Wall Street ditutup melemah pada Rabu (7/10/2026). Tekanan juga datang dari hasil risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan para pejabat The Fed memperkirakan masih ada peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026.
“Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada 27–28 Oktober dan 8–9 Desember 2026,” tulis Phintraco Sekuritas.
Sentimen lainnya datang dari pasar komoditas. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah hingga US$88 per barel, sementara harga emas spot turun 0,98% ke US$4.122 per troy ounce. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury 10 tahun naik 1 basis poin ke level 5,286%.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Uji 6.200, Sentimen Fed dan Cadangan Devisa Jadi Sorotan
Baca Juga: BEI Suspensi 2 Emiten Ini, Harga Saham Meledak hingga 120%!
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat US$146,3 miliar pada September 2026, turun tipis dari US$146,5 miliar pada Agustus. Meski menurun, posisi tersebut masih setara dengan 5,3 bulan impor dan dinilai memadai untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia.
Sementara itu, indeks keyakinan konsumen Indonesia diperkirakan berada di level 118 pada September.
“Data tersebut menjadi salah satu indikator domestik yang akan diperhatikan investor dalam mencermati arah pergerakan IHSG,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji area 6.200–6.230. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,75% ke level 6.146,72 pada Rabu (7/10/2026), setelah sempat menguat hingga 6.210 sebelum berbalik tertekan aksi profit taking.
