Thursday, October 8News That Matters

Dari Barang Bekas hingga Trade-In, Cara Baru Mendorong Konsumsi Berkelanjutan


Wacana Berita, Jakarta –

Blibli mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui perubahan kebiasaan konsumsi dan pengelolaan barang dalam kegiatan Langkah Membumi Market (LMM) 2026 yang berlangsung di Grand Indonesia West Mall pada 8-11 Oktober 2026.

COO & Co-Founder Blibli Lisa Widodo mengatakan persoalan keberlanjutan memiliki cakupan luas sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, pemerintah, institusi pendidikan, media, komunitas, dan masyarakat.

“Persoalan keberlanjutan memiliki cakupan yang luas dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” kata Lisa dalam Pembukaan Langkah Membumi Market 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

LMM 2026 merupakan bagian dari program ESG Blibli Tiket Action dan memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Kegiatan tersebut mengajak pengunjung mempraktikkan sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan barang, pemanfaatan kembali produk, hingga konsumsi yang lebih sadar.

Salah satu aktivitas ditampilkan melalui instalasi “Bukan Tentang Sampah” yang mengedukasi pengunjung mengenai pemilahan sampah. Pengunjung juga dapat menyerahkan sampah kain atau fesyen, botol plastik PET, dan barang elektronik melalui waste drop box.

Selain pemilahan sampah, LMM 2026 menghadirkan instalasi Cactazo Tree by Mortier yang menggunakan bahan daur ulang. Instalasi tersebut menunjukkan pemanfaatan kembali material yang sebelumnya tidak digunakan menjadi produk baru.

Pendekatan pemanfaatan kembali barang juga diterapkan melalui program trade-in. Pengunjung dapat menukarkan barang lama yang masih memiliki nilai untuk memperoleh potongan harga atau mengonversinya menjadi saldo Blipay.

LMM 2026 juga menghadirkan lebih dari 70 merek yang dikurasi dari sejumlah kategori, mulai dari makanan dan minuman, rumah dan dekorasi, kecantikan dan perawatan, fesyen dan gaya hidup, hingga produk dan solusi yang berkaitan dengan keberlanjutan.

Selain aktivitas konsumsi, pengunjung dapat mengikuti 15 Eco-Workshops untuk mempelajari cara mengolah dan memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai. Kegiatan tersebut dilengkapi delapan sesi Inspiring Talks yang membahas penerapan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Changemaker Partner Langkah Membumi Cinta Laura Kiehl mengatakan penerapan gaya hidup berkelanjutan tidak harus dimulai secara sempurna.

“Sustainability bukan tentang menjadi sempurna. Yang penting adalah kemauan untuk mulai dan terus belajar,” ujar Cinta.

LMM 2026 juga menyediakan program donasi mulai dari Rp1.000 melalui Misi Tanam Pohon bersama Jejakin. Program tersebut memungkinkan pengunjung berkontribusi pada kegiatan lingkungan melalui transaksi yang dilakukan di area acara.

Program Langkah Membumi sebelumnya mencakup Langkah Membumi Goes to Campus, Waste Sorting Competition, dan Impact Creator Challenge bersama Waste4Change.

Dalam pelaksanaan Langkah Membumi Ecoground 2025, penyelenggara mencatat sebanyak 187 kilogram sampah berhasil dikelola dan dipilah. Sebanyak 12 titik isi ulang air juga menyediakan 741 liter air minum dan disebut membantu mengurangi penggunaan 1.235 botol plastik sekali pakai.

Kolaborasi dalam LMM 2026 turut melibatkan Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Grand Indonesia, dan Samsung Indonesia untuk memperluas penerapan praktik keberlanjutan dalam aktivitas sehari-hari.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *