Wednesday, October 7News That Matters

Pupuk Kaltim Hemat Rp228 Miliar dari Revamping Pabrik Ammonia-2


Wacana Berita, Jakarta –

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memproyeksikan penghematan biaya produksi hingga US$14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun setelah proyek revamping Ammonia Pabrik-2 berhasil menurunkan konsumsi energi lebih dari 10%.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama (Joint Declaration) antara Pupuk Kaltim dan Casale SA di Lugano, Swiss, pada 6 Oktober 2026. Deklarasi ditandatangani Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi.

Proyek revamping dinyatakan memenuhi target kinerja setelah Ammonia Pabrik-2 menjalani uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari berturut-turut pada Agustus 2026.

Dalam pengujian tersebut, konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Dengan demikian, terjadi penghematan 4,03 MMBTU per ton, melampaui target minimal sebesar 4,00 MMBTU per ton.

Penurunan konsumsi energi tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi karena gas bumi menjadi bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam produksi amonia.

Selain menekan konsumsi energi, proyek tersebut meningkatkan kapasitas produksi rata-rata Ammonia Pabrik-2 menjadi 1.841 ton per hari dari sebelumnya 1.767 ton per hari. Artinya, kapasitas produksi meningkat 4,18%.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan capaian tersebut menunjukkan hasil nyata dari proyek revampingpada fasilitas yang telah beroperasi sejak 1984.

“Deklarasi bersama ini menunjukkan hasil nyata proyek revamping. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama. Bagi Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence. Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Rafli.

Peningkatan produksi amonia tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan bahan baku utama untuk produksi urea Pupuk Kaltim. Dengan kapasitas yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah, proyek ini memberikan dampak terhadap efisiensi operasional sekaligus produktivitas fasilitas.

Modernisasi Pabrik Lama

Pupuk Kaltim mengerjakan proyek revamping bersama Casale SA, perusahaan berbasis di Lugano, Swiss, yang menyediakan teknologi, rekayasa, dan konstruksi untuk fasilitas produksi amonia, urea, metanol, dan pupuk lainnya.

Berbeda dengan pembangunan fasilitas baru, revamping dilakukan dengan memperbarui teknologi dan peralatan pada fasilitas yang sudah ada dengan tetap mempertahankan sebagian besar infrastruktur awal.

Pada Ammonia Pabrik-2, proyek tersebut mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS).

CEO Casale SA Federico Zardi mengatakan pihaknya ingin melanjutkan pola kerja sama dengan Pupuk Kaltim melalui pendekatan kolaboratif.

“Kami sangat bangga dapat bekerja sama dan membantu meningkatkan kinerja serta efisiensi Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim. Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat. Kami ingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini. Itulah pendekatan yang ingin kami lanjutkan ke depan, untuk bersama Pupuk Kaltim memajukan perusahaan,” ujar Federico.

Baca Juga: Ekonomi Desa Digenjot, Pupuk Kaltim Integrasikan Pertanian, Peternakan hingga Energi

Baca Juga: Pupuk Kaltim Serahkan Mini ICU ke Kodam, Perkuat Penanganan Pasien RS TNI AD Balikpapan

Baca Juga: Gandeng KLH, Pupuk Kaltim Turun Tangan Tangani Dampak Karhutla

Selain memberikan efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas, revamping tersebut diproyeksikan mendukung upaya dekarbonisasi Pupuk Kaltim. Perusahaan memperkirakan proyek ini dapat mengurangi emisi sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun.

“Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi,” kata Rafli.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *