
PT Krom Bank Indonesia Tbk memperkuat sistem keamanan perbankan digital untuk menghadapi meningkatnya ancaman penipuan siber, termasuk pengambilalihan akun atau account takeover (ATO). Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan SHIELD, platform fraud intelligence berbasis perangkat.
Melalui kerja sama ini, Krom Bank memanfaatkan teknologi Device-First Fraud Intelligence dari SHIELD untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi aktivitas mencurigakan selama sesi transaksi nasabah.
Hasilnya, Krom Bank mencatat peningkatan deteksi account takeover hingga 10 kali lipat, deteksi account sharing hingga 50 kali lipat, serta kemampuan mendeteksi upaya screen sharing hingga 100%. Kecepatan deteksi fraud juga meningkat hingga 95%.
Kolaborasi tersebut dilakukan di tengah semakin kompleksnya modus penipuan digital. Salah satu ancaman yang berkembang adalah penggunaan aplikasi palsu atau berbahaya yang menyamar sebagai layanan resmi dan disebarkan melalui media sosial maupun platform pesan instan.
Setelah aplikasi terpasang, korban dapat diarahkan untuk masuk ke akun perbankan. Pelaku kemudian memanfaatkan fitur seperti screen sharing atau perangkat lunak akses jarak jauh untuk mengambil alih sesi pengguna.
Modus penipuan juga semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk deepfake. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku menggunakan audio maupun video sintetis untuk menyamar sebagai pihak yang dipercaya korban, seperti pegawai bank, pejabat pemerintah, hingga anggota keluarga.
Selain ancaman eksternal, Krom Bank juga melihat meningkatnya praktik berbagi akun yang dapat menimbulkan risiko keamanan dan kepatuhan di sektor perbankan.
Deteksi Ancaman Secara Real-Time
Krom Bank menilai perlindungan aplikasi melalui app hardening saja tidak lagi cukup untuk menghadapi modus fraud yang semakin dinamis. Teknologi tersebut pada dasarnya berfungsi melindungi kode aplikasi dari manipulasi dan rekayasa balik, tetapi belum memberikan visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas yang terjadi selama sesi pengguna.
Karena itu, Krom Bank memperkuat kerangka pencegahan fraud dengan solusi SHIELD yang memungkinkan pemantauan perilaku perangkat secara real-time selama sesi berlangsung.
Teknologi tersebut memungkinkan bank mendeteksi berbagai perangkat dan teknik yang berpotensi digunakan untuk melakukan fraud, termasuk screen sharing, remote access software, deepfake, praktik berbagi akun tanpa izin, hingga rekayasa sosial berbasis AI.
SHIELD Device ID juga menjadi salah satu fondasi teknologi tersebut dengan kemampuan mengidentifikasi perangkat fisik secara unik dan persisten dengan tingkat akurasi lebih dari 99,9%. Teknologi ini diklaim tetap dapat mengenali perangkat meskipun telah dilakukan factory reset atau app cloning.
Sementara itu, SHIELD Fraud Intelligence menambahkan lebih dari 20 indikator risiko real-time ke dalam model risiko Krom Bank untuk membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan.
Co-Founder & CTO Krom Bank, Tan Alie, mengatakan perkembangan teknologi fraud berbasis AI membuat pendekatan keamanan yang hanya mengandalkan app hardening menjadi kurang memadai.
“SHIELD hadir sebagai lapisan pertahanan yang cukup penting dalam memberikan perlindungan menyeluruh, sehingga Krom Bank dapat mendeteksi dan menghentikan berbagai teknologi fraud yang semakin canggih dari awal tanpa mengorbankan pengalaman maupun privasi pengguna,” ujar Tan.
Sementara itu, Founder & CEO SHIELD, Justin Lie, mengatakan fraud modern dapat berkembang sepanjang sesi transaksi dan memanfaatkan berbagai perangkat yang dirancang untuk menghindari deteksi.
“SHIELD memberikan kemampuan bagi bank seperti Krom Bank untuk mengidentifikasi setiap perangkat dan mendeteksi setiap tools berbahaya secara real-time,” kata Justin.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu memperkuat deteksi fraud dengan tetap mempertimbangkan aspek privasi dan kepercayaan nasabah.
