
Penggunaan robot semakin menjadi bagian penting dalam proses produksi manufaktur di berbagai negara. Otomatisasi bukan hanya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi solusi bagi industri yang menghadapi keterbatasan tenaga kerja.
Tingkat otomatisasi tersebut dapat dilihat melalui robot density, yaitu perbandingan jumlah robot industri yang beroperasi dengan jumlah pekerja manufaktur. Berdasarkan indikator ini, Korea Selatan menjadi negara dengan penggunaan robot paling tinggi di dunia pada 2024.
Data International Federation of Robotics (IFR) menunjukkan Korea Selatan memiliki 1.220 robot industri untuk setiap 10.000 pekerja manufaktur. Angka ini hampir 10 kali lipat dari rata-rata global yang mencapai 132 robot per 10.000 pekerja.
Robot density memberikan gambaran yang berbeda dari sekadar melihat total jumlah robot. Negara yang memiliki robot dalam jumlah besar belum tentu memiliki tingkat otomatisasi tertinggi jika jumlah pekerja manufakturnya juga sangat banyak.
Setelah Korea Selatan, Singapura berada di posisi kedua dengan 818 robot per 10.000 pekerja. Jerman menyusul di posisi ketiga dengan 449 robot, kemudian Jepang dengan 446 robot.
Swedia, Denmark, dan Slovenia melengkapi tujuh besar dengan masing-masing 377, 329, dan 315 robot per 10.000 pekerja manufaktur.
Tingginya penggunaan robot di Korea Selatan tidak terlepas dari struktur industrinya. Sektor elektronik dan otomotif menjadi tulang punggung manufaktur Korea Selatan sekaligus termasuk industri dengan tingkat penggunaan robot terbesar di dunia.
Secara global, kedua sektor tersebut menyumbang hampir separuh dari pemasangan robot industri baru sepanjang 2024.
Kebutuhan otomatisasi juga semakin penting di tengah persoalan demografi. Korea Selatan mencatat tingkat fertilitas hanya 0,75 kelahiran per perempuan pada 2025. Singapura juga menghadapi kondisi serupa dengan tingkat fertilitas sebesar 0,87.
China Punya Robot Terbanyak
Jika dilihat dari jumlah robot yang beroperasi, China justru berada jauh di atas negara lain.
Sekitar 2 juta robot industri beroperasi di China pada 2024. Jumlah tersebut mencapai sekitar 43% dari total robot industri yang beroperasi di seluruh dunia.
Namun, jumlah robot yang besar tidak membuat China menjadi negara dengan robot density tertinggi. China mencatat 166 robot per 10.000 pekerja manufaktur dan berada di peringkat ke-22.
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah robot dan tingkat intensitas otomatisasi merupakan dua indikator yang berbeda.
China unggul dari sisi jumlah robot secara absolut. Sementara itu, Korea Selatan memiliki tingkat penggunaan robot yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja manufakturnya.
Amerika Serikat berada di peringkat kedelapan dalam daftar robot density 2024, dengan 307 robot per 10.000 pekerja manufaktur.
Penggunaan robot di AS juga terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 38.400 robot baru dipasang, naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bahlil Rangkap Menteri, Kemenperin Berpotensi Masuk Kemenko Hilirisasi
Baca Juga: Ekspor Kerajinan RI Melesat, Kemenperin Ingatkan IKM Soal Daya Saing
Jumlah tersebut bahkan melampaui Jepang yang mencatat 36.200 pemasangan robot baru. Secara kumulatif, AS memiliki sekitar 354.200 instalasi robot dan menjadi pasar robot terbesar kedua setelah China.
Industri otomotif menjadi pengguna robot terbesar di AS. Sekitar 13.500 robot baru dipasang di sektor tersebut sepanjang 2025.
IFR memperkirakan penggunaan robot di AS masih akan meningkat pada 2026, antara lain didorong oleh tren reshoring manufaktur dan keterbatasan tenaga kerja.
Eropa Dominasi Negara dengan Robot Density Tinggi
Eropa menjadi kawasan dengan jumlah negara terbanyak dalam daftar pengguna robot dengan robot density tinggi. Sebanyak 15 dari 22 negara dalam daftar tersebut berasal dari Eropa.
Industri otomotif menjadi salah satu pendorong utama tingginya otomatisasi, terutama di kawasan Eropa Tengah.
Slovenia mencatat 315 robot per 10.000 pekerja manufaktur. Ceko menyusul dengan 216 robot, Slovakia 210 robot, dan Hungaria 172 robot.
Keempat negara tersebut memiliki basis industri otomotif yang cukup besar.
Slovakia menjadi salah satu contoh paling menonjol. Negara tersebut memproduksi sekitar 183 mobil per 1.000 penduduk pada 2024, menjadi rasio tertinggi di dunia. Angka ini lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Jerman yang mencapai 51 mobil per 1.000 penduduk.
Ceko juga mencatat produksi sekitar 134 mobil per 1.000 penduduk. Negara tersebut menjadi basis produksi sejumlah produsen otomotif besar, termasuk Skoda Auto, Hyundai, dan Toyota.
