Monday, October 5News That Matters

Soal Nasib Gibran, Prabowo Diminta Bernego dengan PSI


Wacana Berita, Jakarta –

Aktivis senior sekaligus pendiri Great Institute yang kini menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, kembali menyoroti posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI.

Syahganda mengusulkan agar Gibran diganti dengan sosok yang dinilai mampu membantu Presiden Prabowo Subianto menjalankan beban pemerintahan. Di sisi lain, ia menawarkan skenario kompromi politik dengan mengakomodasi adik Gibran, Kaesang Pangarep, masuk ke dalam kabinet sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Gagasan tersebut disampaikan Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam siniar yang tayang pada 3 Oktober 2026.

Menurut Syahganda, Prabowo membutuhkan wakil presiden yang dapat bekerja aktif dan membagi tugas pemerintahan. Ia membandingkan kebutuhan tersebut dengan peran Jusuf Kalla ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), termasuk dalam menangani persoalan tsunami Aceh, maupun Boediono yang fokus pada bidang perekonomian.

“Ini Wapres tidak bekerja… Ini wapresnya enggak ada wibawa. Makanya saya bilang sebenarnya saatnya juga wapres itu diganti, Gibran ini. Is enough, Anda itu enggak pantas lagi. Sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi, dan lain-lain. Udah, selesai saja,” tegas Syahganda.

Namun, Syahganda menyadari pergantian wakil presiden tidak hanya berkaitan dengan persoalan kinerja, tetapi juga memiliki konsekuensi politik. Menurut dia, pemerintahan Prabowo dibangun melalui koalisi besar sehingga perubahan posisi Gibran perlu dibicarakan dengan mempertimbangkan kepentingan politik pihak-pihak yang terkait.

Ia kemudian menawarkan skema kompensasi bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) apabila kursi wakil presiden dilepaskan.

“Kalau Prabowo memikirkan itu dalam konteks konsesi, dihargai saja satu kursi Wapres itu (setara) berapa menteri. Kan boleh dong PSI dikasih kompensasi dari hilangnya kursi Wapres, misalnya ditambah tiga menteri,” papar Syahganda.

Salah satu bentuk kompensasi yang ia usulkan adalah memberikan posisi menteri kepada Kaesang Pangarep, yang merupakan adik Gibran sekaligus memimpin PSI.

“Bisa juga ganti anaknya, Kaesang, jadi menteri. Jadi Menpora menggantikan Erick Thohir. Ngapain Erick Thohir dipertahankan sekian lama yang tidak punya prestasi di olahraga dan lain-lain? Ganti saja Kaesang jadi Menteri Olahraga,” usul Syahganda.

Baca Juga: Respons Prabowo Soal Ijazah Jokowi Dibuka, Syahganda: Presiden Sebut Ragu

Untuk posisi wakil presiden pengganti, Syahganda mengatakan prosesnya harus dikembalikan pada mekanisme konstitusional. Menurut dia, partai-partai koalisi dapat membahas nama yang akan diusulkan, kemudian Presiden Prabowo mengajukan dua calon wakil presiden untuk dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Syahganda berharap sosok yang nantinya mendampingi Prabowo memiliki kapasitas untuk membagi beban kerja pemerintahan. Ia membayangkan wakil presiden dapat menangani urusan dalam negeri ketika Prabowo berada di luar negeri, atau mengambil tanggung jawab pada sektor lain ketika presiden berfokus pada agenda berbeda.

Dengan skenario tersebut, Syahganda menilai pergantian wakil presiden tidak harus berujung pada pecahnya keseimbangan politik dalam pemerintahan. Kompromi antarpartai, menurut dia, dapat menjadi jalan untuk menjaga stabilitas sekaligus mencari sosok pendamping presiden yang mampu bekerja lebih aktif.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *