Tuesday, October 6News That Matters

IFG Bongkar Progres Konsolidasi BUMN Asuransi, Klaster Syariah Mulai Dieksekusi


Wacana Berita, Jakarta –

Indonesia Financial Group (IFG) menyatakan proses konsolidasi dan streamlining perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN masih berlangsung. Untuk klaster asuransi umum syariah dan penjaminan syariah, proses konsolidasi kini telah memasuki tahap transaksi.

Sekretaris Perusahaan IFG Denny S Adji mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari amanah Pemerintah dan Danantara Indonesia untuk memperkuat struktur, kapasitas, serta daya saing industri keuangan nasional. Sementara itu, IFG masih menyelesaikan kajian menyeluruh terhadap proses konsolidasi dengan melibatkan konsultan independen.

“Kajian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap tahapan konsolidasi memiliki dasar bisnis, regulasi, tata kelola, dan pengelolaan risiko yang kuat,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Denny mengatakan proses konsolidasi mencakup penentuan entitas, skema transaksi, tahapan implementasi, hingga pemenuhan aspek regulasi, tata kelola, dan manajemen risiko. IFG juga melakukan due diligence untuk memastikan kesiapan masing-masing proses sebelum konsolidasi dilaksanakan.

Khusus klaster asuransi umum syariah dan penjaminan syariah, konsolidasi dilakukan melalui mekanisme pemisahan dan pengalihan portofolio unit usaha syariah kepada perusahaan syariah sesuai skema transaksi dan ketentuan regulator.

Baca Juga: IFG Gandeng Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas

Baca Juga: IFG Life Bayar Klaim Rp9,4 Triliun hingga Juli 2026

Menurut Denny, konsolidasi tidak hanya ditujukan untuk menyederhanakan jumlah entitas. IFG menargetkan terbentuknya perusahaan dengan skala ekonomi dan kapasitas bisnis yang lebih kuat untuk meningkatkan daya saing di industri.

“Melalui konsolidasi ini, kami ingin menghadirkan entitas yang memiliki skala ekonomi dan kapasitas bisnis yang lebih kuat, mampu tumbuh lebih kompetitif, serta memberikan layanan yang semakin optimal kepada nasabah dengan tetap ditopang tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat,” kata Denny.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *