
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan normalisasi di 13 sungai yang melintasi wilayah ibu kota. Ia menegaskan langkah strategis ini diambil sebagai upaya prioritas dalam menanggulangi persoalan banjir menahun di Jakarta.
“Di Jakarta sekarang ini ada 13 sungai yang kita lakukan normalisasi, mudah-mudahan ini segera bisa teratasi,” kata Pramono saat membuka Rakorda Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta 2026, Di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Lebih lanjut, Pramono merinci, proyek penataan aliran air ini menyasar sejumlah sungai krusial, di antaranya Sungai Ciliwung, Krukut, hingga Cakung Lama.
“Kebetulan Jakarta kan sekarang ini sedang melakukan normalisasi sungai di antaranya yang ada di sungai Ciliwung, Krukut, Cakung Lama dan sebagainya,” tutur Pramono.
Mengingat kompleksitas persoalan air yang sebagian besar kiriman dari wilayah hulu, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta juga membuka ruang koordinasi yang intensif dengan daerah penyangga, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Dalam koordinasi yang seperti itulah maka kenapa kehadiran teman-teman dari Jawa Barat, karena banyak sungai yang alirannya berasal dari Jawa Barat,” kata dia.
Sebelumnya, Pramono menyebut Sistem Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) mampu menahan dan mengolah hampir 30 persen sampah yang mengalir dari Sungai Ciliwung. Pemprov DKI Jakarta berencana mereplikasi model pengelolaan tersebut di 11 sungai lainnya di Jakarta.
Baca Juga: Hadapi El Nino Panjang, Pramono Minta DKI Sudah Pasang Kuda-kuda
Baca Juga: Pramono Anung Ungkap Alasan Jakarta Butuh Dana Cadangan Rp5,6 Triliun
Pramono mengatakan SSTBS menjadi salah satu fasilitas untuk menangani sampah dari hulu sebelum mengalir ke Pintu Air Manggarai. Hal itu disampaikannya saat meninjau SSTBS di Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).
“Secara khusus saya ingin melihat sampah yang ditangani dari ujung. Karena sampah ini ditangani dari ujung sebelum masuk ke Manggarai,” pungkasnya.
