
Tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan mengungkap percakapan tertutupnya dengan Presiden Prabowo Subianto yang membahas polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo.
Syahganda menyebut Prabowo saat itu mengaku memiliki keraguan mengenai keaslian ijazah tersebut. Namun, menurut Syahganda, Prabowo tidak ingin persoalan itu menjadi agenda utama pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar bersama Refly Harun yang tayang pada 3 Oktober 2026. Ia mengatakan percakapan tersebut berlangsung pada 31 Januari 2026 di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Menurut Syahganda, pertemuan tersebut dihadiri delapan tokoh. Beberapa di antaranya adalah Sjafrie Sjamsoeddin, Said Didu, mantan Ketua KPK Abraham Samad, peneliti senior Siti Zuhro, dan mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji.
Syahganda kemudian mengungkap percakapan yang menurutnya terjadi secara langsung dengan Prabowo mengenai polemik ijazah tersebut.
“Presiden waktu itu bilang, ‘Udahlah, kita jangan singgung-singgung ijazah dulu lah’. Tapi dia bilang, ‘Ya, saya juga ragulah ijazah-ijazah itu.’ Saya dengar langsung,” ungkap Syahganda menirukan ucapan Prabowo.
Syahganda mengatakan pembahasan tersebut berawal dari advokasinya terhadap kebebasan berpendapat. Ia menyebut hal itu berkaitan dengan riset Dr. Tifa dan Roy Suryo mengenai ijazah yang telah beredar di ruang publik.
Menurut Syahganda, hasil analisis keduanya kemudian memunculkan dugaan adanya indikasi kepalsuan. Persoalan tersebut selanjutnya berkembang menjadi kekhawatiran mengenai potensi penangkapan terhadap pihak yang menyampaikan hasil riset.
Syahganda mengaku kemudian melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak di lingkaran pemerintahan, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin, Sufmi Dasco Ahmad, Hashim Djojohadikusumo, dan Mayor Teddy.
Ia mengatakan komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang menyampaikan hasil penelitian atau pandangan terkait polemik ijazah.
Dalam pandangan Syahganda, sikap Prabowo dalam percakapan tersebut menunjukkan bahwa presiden tidak ingin persoalan ijazah menyita energi pemerintah. Namun, ia menyebut Prabowo tetap mengetahui adanya polemik tersebut.
Syahganda juga mengungkap Prabowo sempat melontarkan candaan mengenai penggunaan gelar akademik di kalangan pejabat politik.
“Presiden mengatakan, ‘Saya juga tahu ketua DPD saya ada pakai gelar profesor juga, aduh, kita enggak tahu profesor dari mana itu’. Gaya Presiden memang tidak mau isu ijazah ini menjadi agenda utama,” pungkas Syahganda.
