Monday, October 5News That Matters

Pemerintah Klaim BBM Indonesia Paling Murah, RON 92 Singapura Bikin Geleng-geleng


Wacana Berita, Jakarta –

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia disebut masih berada di level kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan. Bahkan, pemerintah mengklaim harga BBM Indonesia lebih murah dibandingkan 12 negara tetangga dan negara pembanding lainnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyampaikan klaim tersebut saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (5/10/2026). Pernyataan itu merangkum paparan Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto.

Salah satu perbandingan yang disorot adalah harga BBM RON 92. Berdasarkan paparan Pertamina Patra Niaga, harga RON 92 di Indonesia berada di angka Rp15.950 per liter, sedangkan di Thailand mencapai Rp21.213 per liter dan Singapura Rp48.514 per liter.

Dengan angka tersebut, harga RON 92 di Indonesia terpaut lebih dari Rp5.000 per liter dari Thailand. Jika dibandingkan dengan Singapura, selisihnya bahkan mencapai lebih dari Rp32.000 per liter.

Tomsi kemudian menegaskan bahwa posisi harga tersebut perlu diketahui masyarakat. Ia menyebut Indonesia masih berada di posisi paling murah dalam perbandingan yang disampaikan pemerintah.

“Maaf Pak Joko dipotong, ini langsung singkat saja bahwa negara kita dibandingkan dengan negara lain masih paling murah. Jadi bahasa Indonesia, masih paling murah supaya masyarakat kita tahu. Dibandingkan dengan 12 negara lain tetangga kita mulai dari RON 92 kita paling murah, bisa dilihat angkanya,” ujar Tomsi.

Bukan hanya RON 92, perbandingan juga dilakukan untuk BBM RON 95. Harga di Indonesia disebut sebesar Rp19.150 per liter, sementara Thailand berada di angka Rp26.424 per liter dan Singapura mencapai Rp55.086 per liter.

Joko mengatakan posisi Indonesia juga relatif kompetitif untuk jenis BBM lainnya. Menurut dia, RON 97-98 Indonesia disebut paling murah dalam perbandingan tersebut, sedangkan untuk diesel Indonesia berada di posisi keempat.

“RON 95 juga kita paling murah, kemudian RON 97-98 juga paling murah. Diesel kita nomor 2, India paling murah nomor 1, nomor 2 Pakistan, nomor 3 Malaysia, dan kita nomor 4. Kalau Avtur kita paling murah,” kata Joko.

Perbandingan tersebut disampaikan ketika harga BBM nonsubsidi dan avtur Indonesia masih dipertahankan pada level September untuk Oktober 2026. Pertamina Patra Niaga sebelumnya memastikan tidak ada perubahan harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 2026.

Untuk wilayah Jakarta dan sejumlah wilayah di Jawa, harga Pertamax atau RON 92 tetap Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo RON 98 Rp19.600 per liter. Sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Baca Juga: Lelang BBM Sepi Peminat, Pemerintah Cari Alternatif dengan Harga Lebih Mahal

Joko menjelaskan, keputusan mempertahankan harga tersebut tidak terlepas dari perkembangan harga energi global. Menurut dia, harga BBM nonsubsidi dan avtur sempat mengalami kenaikan signifikan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.

“Mungkin khusus yang Pertamax dan Pertamax Green sejak April itu memang ada pembatasan, tidak naik, baru kemudian di bulan Juni dinaikkan dan posisi bulan ini per Oktober itu memang untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kita tahan sama dengan harga September. Jadi kalau dilihat harga yang paling ujung seluruh JBU maupun yang avtur di September dan Oktober itu harganya tetap,” kata Joko.

Dalam perbandingan yang lebih luas, Joko mengatakan Indonesia tidak hanya dibandingkan dengan negara ASEAN. Negara seperti Australia, Pakistan dan India juga masuk dalam pembandingan harga BBM dan avtur yang dipaparkan kepada pemerintah.

“Kalau kita compare harga BBM dan avtur kita dengan negara-negara sekitar, negara-negara ASEAN maupun negara-negara terdekat, Australia, Pakistan, India, dan sebagainya. Sebenarnya in overall, in overall masih sangat kompetitif dibandingkan negara-negara yang lain,” terangnya.

Pemerintah dan Pertamina pun masih mempertahankan harga BBM tersebut di tengah tekanan harga energi global. Dengan kebijakan itu, harga BBM nonsubsidi Indonesia per Oktober tetap berada pada level yang sebelumnya telah ditetapkan pada September 2026.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *