Monday, October 5News That Matters

Indonesia Sudah 10 Tahun Tak Menang atas Thailand, Herdman Siap Balikkan Sejarah


Wacana Berita, Jakarta –

Timnas Indonesia punya satu pekerjaan besar yang ingin diselesaikan John Herdman saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih skuad Garuda itu ingin mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali mengalahkan Thailand.

Kedua tim akan bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memutus catatan buruk dalam sejarah pertemuan dengan Thailand.

Indonesia terakhir kali mengalahkan Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2016. Ketika itu, skuad Garuda menang 2-1 setelah gol Hansamu Yama dan Rizky Pora membalikkan keadaan usai Indonesia lebih dulu kebobolan lewat Teerasil Dangda.

Setelah kemenangan tersebut, Indonesia belum kembali meraih hasil serupa ketika menghadapi Thailand dalam berbagai pertemuan berikutnya. Herdman pun menyadari bahwa sejarah tersebut bisa menjadi tambahan motivasi bagi lawannya sebelum pertandingan final.

“Ya, saya melihat sejarah pertandingan kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia,” kata Herdman pada sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Minggu (4/10/2026).

Thailand memang memiliki catatan lebih baik dalam sejarah pertemuan kedua tim. Dari 78 pertandingan sejak 1957, Thailand mencatat 37 kemenangan, sedangkan Indonesia meraih 25 kemenangan dan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Dominasi Thailand juga terlihat dalam 10 pertemuan terakhir. Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara Thailand mengamankan lima kemenangan dan sisanya berakhir tanpa kemenangan bagi kedua tim.

Catatan tersebut membuat Herdman melihat final FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai kesempatan penting bagi para pemainnya. Ia ingin skuad Garuda tidak hanya mengejar trofi, tetapi juga mengubah tren pertemuan dengan Thailand.

“Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah kemenangan atas Indonesia. Bagi kami, itu merupakan langkah penting yang harus diambil para pemain ini untuk membalikkan tren tersebut,” ujar dia.

Herdman juga tidak menutup mata terhadap kualitas Thailand yang kini dilatih Anthony Hudson. Pelatih asal Inggris itu bahkan sudah mengenal Hudson sejak keduanya terlibat dalam persaingan sepak bola di Amerika Utara.

Menurut Herdman, Thailand memiliki kemampuan untuk mengubah bentuk permainan sesuai dengan situasi pertandingan. Ia menyebut Hudson pernah menerapkan formasi diamond, lima bek, 4-2-1-3 hingga 4-3-3.

“Dia sangat fleksibel dan adaptif. Dia pelatih top. Saya mengenalnya dari Amerika Utara. Dia sangat bagus dalam pekerjaannya,” kata Herdman.

Baca Juga: John Herdman Ungkap Rahasia 1 Menit 2 Gol Timnas Indonesia Lawan Bangladesh

Karena itu, Herdman menilai Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan catatan sejarah ataupun kualitas individu saat menghadapi Thailand. Mentalitas pemain dan kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting untuk menentukan hasil pertandingan final.

“Pada akhirnya, yang terpenting adalah semangat yang kami tunjukkan ketika memasuki pertandingan dan mentalitas kami, seperti yang Kevin sampaikan. Jika kami membawa mentalitas yang tepat, fokus pada diri sendiri, dan mampu memanfaatkan momen-momen yang kami dapatkan, kami akan memiliki peluang yang bagus,” tegas Herdman.

Final ini pun menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menulis cerita berbeda setelah bertahun-tahun kesulitan menghadapi Thailand. Bagi Herdman, kemenangan di SUGBK bukan hanya soal mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga membuka lembaran baru dalam persaingan panjang kedua tim.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *