
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali mencari pendanaan melalui pasar obligasi (surat utang). Kali ini, perseroan menyiapkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap V Tahun 2026 dengan nilai penerbitan mencapai Rp500 miliar.
Dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi tidak digunakan untuk ekspansi secara langsung, melainkan diarahkan untuk menopang kebutuhan modal kerja dan aktivitas operasional ENRG bersama sejumlah anak usahanya.
Dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Minggu (4/10/206), obligasi Tahap V tersebut terdiri atas dua seri dengan karakteristik berbeda. Seri A menawarkan pokok Rp387,34 miliar dengan bunga tetap 9% per tahun dan tenor 370 hari kalender. Adapun Seri B bernilai Rp112,66 miliar dengan bunga 10% per tahun dan jangka waktu tiga tahun.
Dengan struktur tersebut, pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran kupon perdana dijadwalkan pada 22 Januari 2027.
Untuk jatuh temponya, Seri A akan berakhir pada 2 November 2027. Sedangkan Seri B memiliki jangka waktu lebih panjang dan akan jatuh tempo pada 22 Oktober 2029.
Dari mana kebutuhan dana tersebut muncul? ENRG akan menggunakannya untuk membiayai berbagai kebutuhan rutin perusahaan dan anak usaha. Pos pengeluaran meliputi biaya produksi, biaya pendukung kegiatan usaha, sewa fasilitas produksi dan tempat penyimpanan, bahan bakar, gaji, serta pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga.
Menariknya, porsi terbesar dana obligasi justru tidak digunakan langsung oleh ENRG. Sekitar 40,44% dari dana tersebut akan dialokasikan kepada PT Energi Maju Abadi.
ENRG mendapatkan porsi sekitar 20,22%. Sedangkan PT EMP Energi Gandewa dan PT EMP Energi Riau masing-masing memperoleh sekitar 19,67%.
Seluruh dana tersebut ditargetkan sudah digunakan sesuai peruntukannya paling lambat 30 Juni 2027.
Baca Juga: BEI Catat 7 IPO Himpun Rp2,16 Triliun, Pipeline Obligasi Capai Rp132,98 Triliun
Baca Juga: KISI Pasang Target Rp2 Triliun dari Obligasi dan MTN hingga Akhir 2026
Baca Juga: Jaga Pembayaran Obligasi, Pemprov DKI Usulkan Dana Cadangan Daerah
Penerbitan Tahap V ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada yang memiliki target penghimpunan dana hingga Rp4 triliun.
Sebelum masuk ke tahap kelima, ENRG telah mengantongi dana melalui empat penerbitan sebelumnya. Tahap I dan II masing-masing senilai Rp500 miliar, Tahap III Rp500 miliar, sedangkan Tahap IV sebesar Rp250 miliar.
Untuk penerbitan terbaru, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 15–19 Oktober 2026. Setelah itu, proses penjatahan dilakukan pada 20 Oktober, kemudian pengembalian dana pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 22 Oktober 2026.
Obligasi Tahap V ENRG selanjutnya dijadwalkan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 23 Oktober 2026.
