
KORAN MANDALA – Upaya menjaga keamanan lingkungan tidak hanya mengandalkan patroli dan penindakan. Polres Tasikmalaya mendorong keterlibatan warga melalui dialog langsung di tingkat kampung.
Hal itu dilakukan melalui kegiatan Ngariung Kamtibmas di Pos Kamling Kampung Warung Cikopi, RT 006/RW 005, Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu malam (3/10/2026).
Sekitar 70 warga dan unsur kewilayahan mengikuti pertemuan tersebut. Forum itu menjadi ruang bagi kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga untuk membahas persoalan keamanan dan ketertiban yang muncul di lingkungan setempat.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, menjaga keamanan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Menurutnya, partisipasi masyarakat hingga tingkat RT menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Melalui kegiatan Ngariung Kamtibmas ini, kami ingin mempererat silaturahmi serta memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, kepala desa, dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” ujar Ade.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Salebu Dede Tatang, Babinsa Koptu Dede Iip, Bhabinkamtibmas Bripka Ali Zayyin A.H., serta Kepala Dusun Juanda.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda juga hadir, termasuk pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ajengan Ade Yayat dan Ustadz Dede Sunarya, para ketua RT, serta perwakilan Karang Taruna Desa Salebu.
Bagi kepolisian, forum semacam ini diharapkan dapat menjadi jalur komunikasi untuk mengetahui persoalan yang tidak selalu terlihat melalui patroli rutin.
Potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman, persoalan sosial, hingga kebutuhan warga terhadap kehadiran aparat dapat dibicarakan secara langsung sehingga penanganannya tidak selalu menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Namun, efektivitas kegiatan tersebut pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh ramainya warga yang hadir. Ukuran yang lebih penting adalah persoalan apa yang berhasil diidentifikasi, apa yang menjadi aspirasi warga, dan bagaimana tindak lanjut aparat setelah pertemuan selesai.
Ngariung Kamtibmas diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menjadi mekanisme komunikasi yang berjalan secara rutin antara polisi dan masyarakat.
Dengan komunikasi yang berlangsung hingga tingkat kampung, persoalan keamanan diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani bersama sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
