
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan telah mencatatkan saham hingga 2 Oktober 2026. Dari aksi tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Dalam keterangan resmi Sabtu, (3/10/2026).
Di sisi lain, aktivitas penghimpunan dana melalui pasar modal masih cukup besar melalui penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). Hingga 2 Oktober 2026, telah diterbitkan 135 emisi dari 62 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp132,98 triliun.
BEI juga mencatat, masih terdapat 24 emisi dari 17 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline. Dari jumlah tersebut, sektor Financials mendominasi dengan enam perusahaan, disusul Energy sebanyak empat perusahaan dan Infrastructures sebanyak tiga perusahaan.
Baca Juga: Bursa Ketum AFPI Periode 2026-2029 Berlangsung, Tiga Nama Masuk Kandidat
Sementara itu, dari sisi pencatatan saham, masih terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline BEI. Komposisinya terdiri dari dua perusahaan dengan aset skala kecil, tiga perusahaan aset skala menengah, dan dua perusahaan aset skala besar.
Dari sisi sektor, pipeline pencatatan saham tersebut didominasi Healthcare dengan empat perusahaan. Selanjutnya terdapat dua perusahaan dari sektor Energy dan satu perusahaan dari sektor Industrials.
Aktivitas penghimpunan dana juga datang dari rights issue. Hingga 2 Oktober 2026, sebanyak 15 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp16,23 triliun.
BEI masih mencatat satu perusahaan dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.
Data tersebut menunjukkan aktivitas pasar modal tidak hanya bertumpu pada penawaran umum saham. Selain tujuh perusahaan yang telah mencatatkan saham dan masih adanya pipeline IPO, penghimpunan dana juga berlangsung melalui obligasi dan rights issue dengan nilai yang lebih besar.
