
Pegiat media sosial Zulfikar Akbar menilai posisi Partai Golkar di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menguat setelah reshuffle Kabinet Merah Putih.
Dalam perombakan kabinet yang digelar pada Kamis (1/10/2026), Presiden Prabowo melantik dua petinggi Partai Golkar untuk menempati posisi strategis di jajaran kementerian.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Selain itu, ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Posisi Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan nomenklatur baru dalam struktur Kabinet Merah Putih yang dibentuk untuk mendukung percepatan target Asta Cita pemerintahan Prabowo.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, dipercaya menjabat sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Baca Juga: Reshuffle ke-7 Berawal dari Kekecewaan Prabowo terhadap Menterinya, Begini Kata PDIP
Menanggapi perkembangan tersebut, Zulfikar Akbar menilai pengaruh Partai Golkar di dalam pemerintahan semakin kuat.
“Ketum Golkar jadi Menko Hilirisasi dan Energi merangkap Menteri ESDM, Sekjen partai ini jadi Menteri Perindustrian. Semakin kokoh saja posisi partai kuning ini di pemerintahan sekarang,” tulis Zulfikar di akun X pribadinya, dikutip Jumat (2/10).
