Friday, October 2News That Matters

149,69 Juta Perjalanan Wisnus, Pariwisata Jabar Menggeliat hingga Agustus 2026


KORAN MANDALA –Aktivitas pariwisata di Jawa Barat menunjukkan peningkatan sepanjang Januari-Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 149,69 juta perjalanan, atau tumbuh 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode Januari-Agustus sejak 2021.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, tingginya mobilitas wisatawan domestik menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat di Jawa Barat.

GBLA Membara, Ribuan Bobotoh Titip Harga Diri Jawa Barat Jelang Persib vs Persija

“Jumlah perjalanan wisnus periode Januari sampai Agustus 2026 merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama sejak 2021,” kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Kamis (1/10/2026).

Namun, tingginya mobilitas wisatawan domestik belum menjadi satu-satunya indikator geliat pariwisata Jawa Barat. Pergerakan wisatawan mancanegara dan tingkat hunian hotel juga menunjukkan tren positif.

Melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, misalnya, BPS mencatat 308 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 32,76 persen secara bulanan dibandingkan Juli 2026.

Wisatawan asal Singapura menjadi kelompok terbesar dengan kontribusi 58,77 persen dari total kunjungan wisman melalui Kertajati.

Sementara itu, keberadaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau WHOOSH juga menjadi salah satu jalur masuk warga negara asing ke Jawa Barat.

BPS mencatat sepanjang Januari-Agustus 2026 terdapat 127.885 kunjungan WNA yang masuk ke Jawa Barat melalui stasiun WHOOSH di Tegalluar, Padalarang, dan Karawang.

Dari tiga stasiun tersebut, Stasiun Tegalluar mendominasi 87,85 persen kedatangan WNA.

Khusus Agustus 2026, jumlah WNA yang masuk melalui WHOOSH mencapai 22.189 kunjungan, meningkat 23,65 persen secara tahunan (year on year).

Mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara tersebut juga beriringan dengan aktivitas akomodasi. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Barat pada Agustus 2026 mencapai 47,99 persen.

Angka tersebut meningkat 5,86 poin dibandingkan Agustus 2025.

Dari sisi persebaran perjalanan, kawasan Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya masih menjadi magnet utama wisatawan nusantara. Kedua kawasan tersebut menyumbang 52,41 persen dari total tujuan perjalanan wisnus di Jawa Barat.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas pariwisata Jawa Barat masih terkonsentrasi di kawasan tertentu. Tingginya perjalanan wisata belum otomatis berarti pertumbuhan kunjungan tersebar merata ke seluruh kabupaten dan kota.

Karena itu, tantangan berikutnya bukan semata menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi memastikan peningkatan mobilitas tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.

Kenaikan jumlah perjalanan perlu diikuti dengan peningkatan lama tinggal wisatawan, belanja wisatawan, tingkat hunian akomodasi, serta pemerataan destinasi agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya tercermin dalam statistik perjalanan.

Bagi Jawa Barat, tren hingga Agustus 2026 memberikan sinyal positif. Namun, besarnya angka perjalanan wisatawan masih perlu diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi pariwisata yang lebih merata dan berkelanjutan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *