
KORAN MANDALA – Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, hingga kini belum menunjukkan progres yang signifikan.
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mengatakan pembangunan JPO tersebut masih berada dalam tahap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan Pemerintah Kota Bandung.
“Kalau JPO sampai dengan saat ini, ini masih dalam tahap koordinasi antara pemerintah provinsi, pusat, maupun juga kota. Mudah-mudahan terkait dengan desain, kemudian juga pekerjaannya bisa segera dituntaskan,” ujar Tedy Rusmawan, Kamis (1/10/2026)
Menurut Tedy, percepatan pembangunan JPO dapat dilakukan melalui dukungan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang berada di Jawa Barat.
“Sebetulnya ada opsi seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, kita mendorong agar dilakukan percepatan melalui CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Barat,” katanya.
Ia berharap pembangunan JPO di Jalan Soekarno Hatta dapat segera direalisasikan dan diselesaikan pada tahun ini. Terlebih, fasilitas tersebut dinilai mendesak mengingat kawasan tersebut kerap terjadi kecelakaan.
“Untuk progresnya masih belum signifikan menurut saya. Kita mendorong agar segera bisa direalisasikan sebagaimana yang disampaikan Pak Gubernur, bisa paripurna. Jadi, bisa diselesaikan di tahun ini,” ucapnya.
Tedy menegaskan, keberadaan JPO dibutuhkan masyarakat sebagai fasilitas penyeberangan yang lebih aman.
“Karena sangat dibutuhkan sekali dan kondisinya mendesak,” tuturnya.
Selain Jalan Soekarno Hatta, Tedy menyebut sejumlah titik lain juga membutuhkan pembangunan JPO. Salah satunya berada di sekitar kawasan UIN 2 yang berdekatan dengan sejumlah perguruan tinggi.
Ia mengatakan terdapat tiga kampus di kawasan tersebut, yakni UIN 2, Universitas Pasundan Bandung, dan Bhakti Kencana, sehingga aktivitas mahasiswa cukup tinggi.
“Harapannya bisa dibangun dua sampai tiga lagi. Baik itu yang ada di dekat kampus UIN 2, karena di situ ada tiga kampus, UIN 2, kemudian Universitas Pasundan Bandung, dan juga Bhakti Kencana. Itu banyak sekali mahasiswa,” katanya.
Titik lainnya berada di sekitar kawasan Arsheet Bandung. Menurut Tedy, kebutuhan JPO di lokasi tersebut juga dipertimbangkan karena terdapat SMK 6 dan perkantoran BNN.
“Karena di sana ada SMK 6, kemudian juga ada perkantoran BNN,” ujar Tedy.
Meski demikian, Tedy menegaskan pembangunan JPO di Jalan Soekarno Hatta masih menjadi prioritas dan diharapkan dapat segera terealisasi.
“Tapi paling tidak di tahun ini bisa direalisasikan satu JPO di Jalan Soekarno Hatta,” tuturnya.
