
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai persoalan yang terus berulang di lembaga pemasyarakatan (Lapas) perlu mendapat perhatian langsung dari Presiden.
Menurutnya, berbagai pelanggaran dan praktik pemberian fasilitas khusus kepada narapidana seperti di lapas Cibinong bukanlah masalah baru yang baru muncul belakangan ini.
ia mengaku heran mengapa persoalan serupa terus terulang meski sudah berkali-kali terungkap.
“Saya tidak tahu ini kenapa ya. Mungkin karena masalahnya cukup diserahkan ke institusi-institusi yang juga terlibat di situ. Sehingga saya katakan, hal-hal yang gini nih kan harus Presiden yang langsung instruksi langsung,” ujar Mahfud, dalam di kanal YouTube Mahfud MD, dikutip Kamis (1/10).
Ia berpendapat penanganan persoalan lapas tidak cukup hanya diserahkan kepada lembaga atau kementerian yang selama ini menangani bidang tersebut. Sebab, menurutnya, masalah yang terjadi sudah berlangsung lintas periode dan membutuhkan pengawasan yang lebih kuat.
Mahfud juga menyinggung kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam berbagai penyimpangan yang terjadi di dalam lapas. Ia mengingatkan bahwa isu serupa pernah mencuat pada masa lalu, termasuk dugaan praktik yang melibatkan orang-orang dekat pejabat.
“Kadang kala, mungkin saja pihak kementerian ada yang terlibat. Bahkan dulu kan pernah ada juga anak menteri dibilang terlibat perdagangan kapling makanan,” tandasnya.
Sebelumnya, inspeksi mendadak yang dilakukan Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Rabu (23/9/2026) mengungkap keberadaan fasilitas mewah yang diduga dinikmati sejumlah warga binaan.
Temuan tersebut mencakup area hunian menyerupai klaster perumahan dengan lebih dari 10 bangunan dan sejumlah kendaraan mewah di sekitar lokasi.
Saat memeriksa salah satu unit hunian, tim Ombudsman menemukan berbagai fasilitas layaknya apartemen, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, sofa, televisi, kulkas, hingga meja makan.
Baca Juga: DPR Dorong Bilik Asmara hingga Alat Bantu Seks di Lapas, Ternyata Ini Alasannya
“Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah klaster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan,” kata anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati Rasahan dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Selain itu, Ombudsman juga menemukan fasilitas olahraga yang lengkap serta pembangunan simulator golf yang masih berlangsung di dalam area lapas.
Baca Juga: Mahfud MD Khawatir Semua Partai Merapat ke Kandidat Terkuat, Muncul Usulan Batas 30 Persen
Tidak hanya soal kemewahan, hasil sidak turut mengungkap adanya celah keamanan. Ombudsman menemukan akses di bagian belakang area hunian yang tidak terkunci dan terhubung langsung dengan kawasan hutan bambu serta tempat pembuangan sampah.
Dari hasil wawancara yang dilakukan, salah seorang penghuni disebut mengakui telah mengeluarkan sejumlah uang untuk memperoleh fasilitas khusus tersebut.
