
Rifyan Ridwan Saleh meluncurkan buku HMI in The Future: Gagasan, Arah Baru, dan Peran Strategis HMI di Indonesia Masa Depan di Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). Peluncuran itu sekaligus menjadi momentum bagi Rifyan untuk mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2027–2029.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan pengenalan buku, tetapi juga pembahasan mengenai gagasan yang ditawarkan Rifyan serta arah masa depan HMI. Agenda itu berlangsung menjelang Kongres HMI XXXIII yang dijadwalkan digelar di Lampung pada November 2026.
Gagasan buku dibawa ke ruang pengabdian
Dalam deklarasinya, Rifyan menyampaikan bahwa pencalonan tersebut merupakan pilihan untuk membawa gagasan yang telah dituangkan dalam buku ke ranah pengabdian. Ia tidak ingin buku itu berhenti sebagai karya tertulis, melainkan menjadi dasar untuk memperjuangkan perubahan melalui HMI.
“Saya tidak ingin gagasan-gagasan dalam buku ini berhenti menjadi tulisan. Saya memilih untuk memperjuangkannya. Saya menyatakan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PB HMI Periode 2027–2029 karena saya ingin menghibahkan diri, pikiran, pengalaman, waktu, dan seluruh kemampuan yang saya miliki untuk umat dan bangsa melalui HMI,” ujar Rifyan.
Menurut dia, kepemimpinan di HMI tidak seharusnya dipahami semata-mata sebagai perebutan atau pengisian jabatan. Mandat kepemimpinan, kata Rifyan, harus digunakan untuk mengubah gagasan menjadi kerja nyata dan pengabdian.
“Bagi saya, menjadi Ketua Umum bukanlah tujuan akhir. Jabatan hanyalah alat untuk menghidupkan gagasan. Yang jauh lebih penting adalah apakah HMI mampu menjadi ruang lahirnya manusia-manusia yang berilmu, berintegritas, berani mengambil tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” katanya.
Tiga pembahas dari latar belakang berbeda
Peluncuran buku tersebut menghadirkan tiga pembahas dengan latar belakang yang berbeda. Mereka adalah Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik Ilham Akbar Mustafa, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Juanda, serta Managing Partner sekaligus Co-Founder OS Law Partnership dan praktisi hukum Ojak Situmeang.
Kehadiran para pembahas menjadi bagian dari forum untuk menguji dan mendiskusikan gagasan yang disampaikan Rifyan dalam bukunya. Pembahasan itu juga ditempatkan dalam konteks persiapan menuju Kongres HMI XXXIII, yang akan menjadi ruang penting bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan berikutnya.
Ilham Akbar Mustafa mengapresiasi inisiatif Rifyan menerbitkan karya intelektual menjelang pelaksanaan kongres. Menurut Ilham, terlepas dari posisi Rifyan sebagai kandidat bakal calon ketua umum, penerbitan buku tersebut merupakan upaya menghadirkan percakapan tentang Kongres HMI secara lebih substantif.
