
Keberadaan 13 hunian mewah di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai mendapat kejelasan terkait waktu pembangunannya. Bangunan tersebut disebut telah berdiri sejak Januari 2023 dan dikerjakan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Informasi itu disampaikan Kepala Urusan Umum Lapas Kelas IIA Cibinong, Deni Sugiarto, dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Senin (28/9/2026). Keterangan tersebut sekaligus meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut hunian itu berdiri sejak 2021.
Dibangun pada 2023
Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, meminta penjelasan mengenai waktu berdirinya 13 bangunan tersebut. Ia juga menanyakan pihak yang membangun hunian di kawasan lapas itu.
“Sejak kapan yang 13 rumah ini berdiri dan siapa yang bangun?” tanya Willy dalam rapat tersebut.
Deni kemudian menjelaskan bahwa pembangunan 13 hunian itu dimulai pada Januari 2023. Ia menegaskan, bangunan tersebut bukan berdiri sejak 2021 seperti informasi yang dipersoalkan dalam rapat.
“Siap, izin. Untuk yang 13 rumah itu sebenarnya berdiri dari tahun 2023. Bukan 2021, mohon izin. Itu Januari,” jawab Deni.
Dalam keterangannya, Deni juga menyebut proses pembangunan 13 hunian itu hanya berlangsung selama tiga bulan. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rapat, belum terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai pihak yang mengerjakan pembangunan tersebut maupun asal pembiayaannya.
Dipertanyakan di tengah sorotan fasilitas lapas
Keberadaan 13 hunian itu menjadi perhatian setelah fasilitas tersebut disorot sebagai bangunan mewah di lingkungan Lapas Cibinong. Rapat Komisi XIII DPR RI menjadi forum untuk meminta penjelasan mengenai waktu pembangunan dan pihak-pihak yang terkait dengan keberadaan bangunan tersebut.
Penjelasan dari Deni memberikan kepastian mengenai kronologi awalnya: hunian mulai berdiri pada Januari 2023 dan penyelesaiannya memakan waktu tiga bulan. Keterangan itu juga menempatkan pembangunan bangunan tersebut pada periode 2023, bukan 2021.
Meski demikian, pertanyaan Willy mengenai siapa yang membangun 13 hunian tersebut belum dijawab secara terperinci dalam keterangan yang disampaikan Deni. Rapat itu mencatat informasi mengenai waktu pembangunan, sementara detail lain terkait pelaksana pembangunan masih belum diungkapkan dalam penjelasan tersebut.
