Tuesday, September 29News That Matters

Fasilitas Mewah Hilang, Eks Kalapas Cibinong Kena Semprot DPR: Bapak Jangan Bohong


Wacana Berita, Jakarta –

Mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto mendapat teguran keras dari Anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo. 

Yanuar mempertanyakan hilangnya sejumlah perabotan yang sebelumnya ditemukan Ombudsman di klaster mewah Lapas Cibinong setelah dilakukan inspeksi mendadak.

Persoalan itu mencuat dalam rapat Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Yanuar menyoroti kondisi klaster tersebut yang disebut sudah berbeda ketika Menteri Imipas Agus Andrianto datang dua hari setelah sidak Ombudsman.

Baca Juga: Dirjen PAS Ogah Mundur Usai Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Saya Masih Sanggup

Yanuar kemudian meminta penjelasan Wisnu mengenai pihak yang memerintahkan pemindahan berbagai barang yang sebelumnya ditemukan Ombudsman, mulai dari sofa, AC hingga foto.

Wisnu mengakui bahwa dirinya yang meminta barang-barang tersebut dipindahkan. Ia menegaskan tidak ada pihak lain yang memberikan perintah tersebut.

“Karena barang tersebut bukan barang milik negara,” kata Wisnu.

Jawaban tersebut kemudian kembali diperdalam Yanuar. Ia mempertanyakan siapa yang awalnya memasukkan berbagai perabotan itu ke dalam klaster mewah Lapas Cibinong.

Wisnu berdalih bahwa barang-barang tersebut dimasukkan oleh Kepala Seksi Kamtib Lapas Kelas IIA Cibinong yang sekaligus menjadi penanggung jawab rumah dinas.

Baca Juga: Ada Foto Koruptor di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Alasannya Bikin Bingung

Jawaban itu membuat Yanuar semakin geram. Ia mempertanyakan mengapa pemindahan barang baru dilakukan setelah Ombudsman melakukan sidak, padahal Wisnu telah menjabat sebagai Kalapas selama hampir tiga tahun.

“Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini tiga tahun bulan Oktober besok. Artinya, Anda tahu persis barang-barang itu masuk, yang bukan pada tempatnya. Kenapa baru kemarin? Setelah Ombudsman datang ke sana?” kata Yanuar.

Wisnu kemudian menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan silaturahmi atau masuk ke rumah anggota yang bersangkutan.

“Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami, Bapak,” jawab Wisnu.

Pernyataan tersebut justru membuat Yanuar melontarkan teguran lebih keras. Ia menilai penjelasan Wisnu tidak hanya berkaitan dengan dirinya maupun Menteri Imipas, tetapi juga menjadi persoalan yang diketahui publik.

“Bapak jangan bohonglah. Ini disaksikan oleh semua publik. Melihat peristiwa kemarin, Pak Menteri datang ke sana, dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri. Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia,” sentil Yanuar.

Yanuar juga menyoroti alasan mengenai AC yang disebut dicopot karena mengalami kerusakan. Menurutnya, alasan tersebut tidak masuk akal karena barang yang rusak seharusnya diperbaiki atau diservis, bukan langsung dicopot.

“Jangan main-main dengan kecerdasan publik. Jangan bilang AC rusak, kemudian dicopot. Di mana pernah ada AC rusak dicopot? Yang ada diperbaiki, diservis, jangan bikin kebohongan lagi. Anda tiga tahun loh di sana,” tegas Yanuar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *