
PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) tengah menyiapkan langkah pemulihan struktur permodalan setelah ekuitas perseroan tercatat negatif per 30 Juni 2026. Salah satu upaya yang disiapkan adalah menghimpun dana segar hingga Rp125 miliar melalui private placement.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/9/2026), Direktur Utama INPS Muhammad Reagy Sukmana mengatakan perseroan akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
Melalui aksi tersebut, INPS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,25 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Seluruh saham baru itu akan diserap secara tunai oleh pemegang saham pengendali, PT Graha Inti Guna Persada (GIGP).
“Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2026,” ujar Reagy, dikutip Selasa (29/9/2026).
Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan perseroan. Sekitar Rp21 miliar dialokasikan untuk melunasi utang, sekitar Rp99 miliar untuk penyertaan modal ke entitas anak, sedangkan sekitar Rp5 miliar sisanya digunakan sebagai modal kerja.
Di tengah upaya memperbaiki permodalan, INPS juga menyiapkan diversifikasi bisnis dengan mengakuisisi 90% saham perusahaan yang bergerak di sektor otomotif.
Reagy mengatakan transaksi tersebut bukan transaksi material dan pendanaannya tidak berasal dari dana hasil PMTHMETD, melainkan menggunakan pinjaman dari pihak ketiga.
Perusahaan yang menjadi target akuisisi telah memperoleh proyek pengadaan kendaraan roda tiga listrik dengan nilai sekitar Rp1,25 triliun dari salah satu grup entitas anak Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Maret 2026.
“Perseroan akan mengembangkan Perusahaan Target pada pasar kendaraan bermotor roda tiga, khususnya berbasis listrik, dengan prioritas pelaksanaan proyek yang telah diperoleh serta pengembangan jaringan pemasaran dan layanan purna jual secara bertahap,” jelas Reagy.
Baca Juga: LRT Jakarta Telan Rp2,7 Triliun, Danantara Dihadapkan Proyek Minim Cuan
Baca Juga: Danantara Ikut Danai LRT Jakarta, Beban APBD DKI Bisa Berkurang
Baca Juga: INPS Bidik Rp125 Miliar Lewat Private Placement, Andry Hakim Terancam Terdilusi 65,79%
Jika akuisisi rampung, perusahaan target akan menjadi entitas anak yang dikendalikan INPS. Dengan kepemilikan 90%, pendapatan dan laba dari proyek tersebut berpotensi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan INPS sesuai porsi kepemilikannya.
Adapun pelaksanaan PMTHMETD dijadwalkan berlangsung secara bertahap. RUPSLB untuk meminta persetujuan aksi korporasi tersebut dijadwalkan pada 3 November 2026, disusul pengumuman rencana pelaksanaan pada 24 November 2026.
Penyetoran dana dan penerbitan saham baru ditargetkan pada 1 Desember 2026, sementara pencatatan saham hasil PMTHMETD di Bursa dijadwalkan pada 11 Desember 2026.
“Dengan jadwal tersebut, dana PMTHMETD diperkirakan diterima perseroan pada awal Desember 2026, sehingga perbaikan ekuitas akan tercermin pada Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2026,” pungkas Reagy.
