Tuesday, September 29News That Matters

Bukan Cuma Nikel, Airlangga Sebut Mineral RI Jadi Rebutan Dunia


Wacana Berita, Jakarta –

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia memiliki peluang besar dalam rantai pasok energi global melalui pengembangan critical mineral. Tidak hanya nikel, sejumlah komoditas lain seperti timah, bauksit, tembaga, emas, hingga mineral strategis lainnya dinilai memiliki peran penting dalam agenda hilirisasi dan transisi energi.

Airlangga mengatakan kebutuhan global terhadap mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan industri energi hijau, kendaraan listrik, dan teknologi masa depan.

“Indonesia untuk energi hijau dan hilirisasi mempunyai sumber daya yang strategis, terutama untuk di sektor mineral, antara lain nikel maupun timah, bauksit, dan juga komoditas lain tembaga, emas, dan batubara,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Airlangga, hilirisasi menjadi semakin penting apabila didukung oleh energi yang bersih, andal, dan terjangkau. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah kendaraan listrik yang memiliki potensi nilai tambah besar.

“Listrik kendaraan listrik menjadi salah satu andalan, di mana nilai tambahnya lebih dari 60 kali dengan permintaannya di tahun 2045 besar atau 5,91 triliun,” katanya.

Airlangga menyebut pengembangan ekosistem tersebut membuat Indonesia memiliki posisi strategis dalam transisi energi global. Sejumlah negara seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada disebut menginginkan kerja sama di bidang critical mineral dengan Indonesia.

Baca Juga: Duduk Perkara Kasus Korupsi Nikel Kolaka yang Jerat Mantan Sekjen ESDM

Baca Juga: Weda Bay-Harita dan Jejak Karbon di Balik Ledakan Hilirisasi Nikel RI

“Karena critical mineral ini yang pertama dan kuat itu hampir 90% di negara Tiongkok, sehingga alternatifnya adalah negara ASEAN. Dan di negara ASEAN yang punya bahan baku hanya Indonesia. Jadi inilah the golden moment sebetulnya buat Indonesia untuk bisa dikembangkan,” ujar Airlangga.

Selain mineral, Airlangga juga menyoroti potensi pasir silika Indonesia untuk pengembangan industri panel surya. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang menjadi basis industri solar panel di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *