Sunday, September 27News That Matters

Psywar untuk Parpol Koalisi Prabowo di DPR


Wacana Berita, Jakarta –

Eks Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal tersebut dinilai menjadi sinyal politik yang menarik perhatian menjelang pembahasan aturan Pemilu 2029.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro melihat pengumuman tersebut dari dua sisi. Secara internal, kehadiran politikus senior itu dinilai dapat memberikan energi baru kepada kader PSI.

Baca Juga: Diungkap Loyalis Jokowi, Rezim Prabowo Akan Berguncang Hebat Jika Gibran Lengser

Namun, secara eksternal, langkah tersebut dinilai memiliki pesan politik yang jauh lebih luas, terutama ketika partai-partai di parlemen sedang membahas ambang batas parlemen untuk pemilu mendatang.

“Secara eksternal, kalau kita lihat ini bahasan bahwa ‘ini partai baru tapi hati-hati karena akan jadi partai besar’, ini adalah psywar politik kepada partai-partai parlemen yang sekarang sedang membahas ambang batas, apakah nanti 5 persen, apakah di atas itu,” ujar Agung, dikutip Senin (28/9/2026).

Menurut Agung, posisi partai tersebut masih menghadapi tantangan berat. PSI pada pemilu sebelumnya belum berhasil menembus parlemen meskipun perolehan suaranya disebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan pemilu sebelumnya.

Tantangan itu semakin besar apabila ambang batas parlemen ditetapkan 5 persen. Partai nonparlemen harus mengejar tambahan suara yang signifikan untuk memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Karena kita tahu tidak mudah partai baru atau non parlemen untuk masuk parlemen ketika ambang batasnya sedemikian besar 5 persen,” ungkap Agung.

Ia mengingatkan bahwa ambang batas 4 persen saja belum berhasil membawa PSI ke DPR. Karena itu, kehadiran figur sekaliber mantan presiden dapat menjadi salah satu faktor penting dalam strategi partai tersebut menuju Pemilu 2029.

Efek Jokowi sendiri pada akhirnya akan diuji oleh hasil elektoral PSI. Popularitas dan pengaruh politik mantan presiden itu akan berhadapan dengan tantangan nyata berupa persaingan suara pada Pemilu 2029.

“Sekarang ketika dia secara terang mendeklarasikan sebagai anggota, hampir setahun, pertanyaannya: apakah pekerjaan rumah ketika beliau menjadi presiden bisa terlunasi ketika tidak menjadi presiden? dan akan kita ketahui bersama ketika pemilu digelar 2029,” tutur Agung.

Sebelumnya, Jokowi sendiri menegaskan bahwa dirinya telah menjadi anggota partai tersebut di 14 Oktober 2025. Ia mengatakan masih ada pihak yang meragukan informasi tersebut sehingga memilih menunjukkan kartu tanda anggotanya secara langsung.

“Sudah setahun yang lalu. Banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini,” tegas Jokowi.a terbuka menyatakan dirinya telah resmi menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025.

Jokowi menunjukkan kartu tersebut ketika menghadiri kegiatan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bandung, Jawa Barat. Langkah itu dilakukan untuk menjawab keraguan mengenai status keanggotaannya sekaligus memastikan seluruh struktur partai mengetahui bahwa dirinya kini berada di dalam barisan PSI.

Baca Juga: Gugatan ke Gibran Bakal Gagal: Pengaruh Jokowi Masih Sangat Kuat, Prabowo Lebih Memilih Mengalah

“Bahwa saya, sesungguhnya ini untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus dsupaya tahu semuanya. Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” kata Jokowi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *