
Podcaster sekaligus pemilik kanal YouTube Sentana TV, Mikhael Sinaga, mengaku meragukan sejumlah saksi yang akan dihadirkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam persidangan kasus tudingan ijazah palsu.
Jokowi diketahui berencana menghadirkan tujuh orang yang disebut sebagai teman SMA untuk memberikan kesaksian dalam sidang yang melibatkan pakar telematika Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa sebagai terdakwa.
Mikhael yang dikenal dekat dengan Roy Suryo menilai kehadiran teman-teman lama Jokowi bukanlah hal baru dalam polemik ijazah yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Isu Ijazah Gibran Bikin Heboh, Keretakan Kubu Prabowo dan Jokowi Mulai Tercium?
Menurut dia, sejak awal isu tersebut mencuat, Jokowi kerap menghadirkan orang-orang yang mengaku pernah bersekolah atau berinteraksi dengannya di masa lalu.
Namun, Mikhael mengaku masih mempertanyakan apakah orang-orang yang akan menjadi saksi tersebut benar-benar memiliki kedekatan dengan Jokowi semasa sekolah.
Ia kemudian menyinggung reuni ke-45 angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Yogyakarta pada Juli 2025.
Menurut Mikhael, dalam acara tersebut Jokowi terlihat tidak menunjukkan kedekatan sebagaimana lazimnya hubungan antarteman lama yang telah saling mengenal selama puluhan tahun.
“Dari dulu kan Pak Jokowi ini sudah sering memakai ‘kartu’ teman-teman ini ya. Kita sudah pernah lihat teman-teman UGM, teman-teman SMA. Tapi, dari dulu tidak pernah ada yang bisa menunjukkan bukti otentik bahwa mereka benar-benar pernah satu kelas,” kata Mikhael, dikutip dari program Kompas Petang yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Minggu (27/9).
“Dan bahkan Pak Jokowi lupa mereka ini siapa. Bahkan, kenalan. Apakah kita kalau reuni pernah kenalan? Misalkan saya dan Abang reuni nih sudah 20 tahun enggak ketemu. Mungkin, saya ingat dulu abang pacarnya siapa, dulu mungkin suka nyontek, suka apa. Tapi di reuni-reuninya, Pak Jokowi tidak pernah terlihat seperti itu. Malah sepertinya mereka baru kenal,” imbuhnya.
Karena itu, Mikhael mengaku masih meragukan kemampuan para saksi tersebut dalam menjelaskan fakta-fakta yang relevan di hadapan majelis hakim.
“Jadi kita selalu mempertanyakan teman-teman ini bisa menjawab apa nanti di sidang. Jangan nanti orang-orang yang menjadi saksi ini malah membuat keterangan palsu,” ujarnya.
Mikhael juga menyoroti adanya sejumlah figur yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung atau relawan Jokowi yang belakangan mendapat posisi tertentu di perusahaan maupun badan usaha milik negara. (BUMN).
Baca Juga: Gatot Nurmantyo Buka Suara Soal Nasib Gugatan Gibran! Nama Jokowi dan Prabowo Ikut Disentil?
Atas dasar itu, ia mempertanyakan apakah para saksi nantinya akan memberikan kesaksian secara independen dan jujur, atau hadir hanya untuk memperkuat posisi salah satu pihak dalam perkara tersebut.
“Poinnya, apakah mereka ini bersaksi atas dengan kejujurannya sendiri dan pengalamannya sendiri yang benar-benar terjadi di masa lalu atau memang hanya ya mungkin di-hire lah, disewalah, untuk sidang ini saja?” tandasnya.
