Sunday, September 27News That Matters

Genjot Transaksi QRIS Antarnegara, BI Siapkan Indonesia Travel Pack


Wacana Berita, Jakarta –

Bank Indonesia (BI) catatkan transaksi QRIS Antarnegara dari wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia telah mencapai Rp6,20 triliun sejak 2022 hingga Agustus 2026. Transaksi ini berpeluang terus tumbuh karena 60,23% dari 15,39 juta kunjungan wisman sepanjang 2025 berasal dari negara yang belum tercakup layanan QRIS Antarnegara.

Untuk itu, BI memperkuat inisiasi Indonesia Travel Pack. Upaya ini diharapkan dapat mempermudah wisman berbelanja di Indonesia dengan menggunakan solusi pembayaran yang aman dan efisien.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman mengatakan Indonesia Travel Pack hadir untuk mempermudah wisman memilih layanan pembayaran selama berada di Indonesia.

“Indonesia Travel Pack membantu wisatawan dari negara yang belum tercakup dalam layanan QRIS Antarnegara dalam memilih layanan pembayaran yang akan digunakan untuk bertransaksi selama berada di Indonesia,” ujar Aida dalam keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).

Untuk diketahui, sejak 2022 hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara dan mencatatkan 17,8 juta transaksi wisman di Indonesia (inbound) senilai Rp6,20 triliun. Pada periode yang sama, transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri (outbound) mencapai 5 juta transaksi senilai Rp1,85 triliun.

Baca Juga: BI Perluas QRIS Cross Border ke Hong Kong dan Timor-Leste

Dengan capaian itu, transaksi QRIS Antarnegara mencatatkan net inbound senilai Rp4,60 triliun. Aida mengatakan, dengan perluasan konektivitas pembayaran diharapkan bisa mendorong belanja wisatawan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kemudahan pembayaran menjadi bagian penting agar kunjungan wisman memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha domestik.

“Sinergi Bank Indonesia dalam penguatan sistem pembayaran, Kemkomdigi dalam penyediaan infrastruktur, serta Kemenekraf dalam promosi perdangangan dan pariwisata diperlukan untuk membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Indonesia,” ujar Irene.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *