
Peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Cyréna Samba-Mayela, diskors sementara oleh Athletics Integrity Unit (AIU) karena dugaan pelanggaran aturan whereabouts dalam pengawasan antidoping.
AIU mengumumkan pada Jumat (25/9) bahwa pelari gawang Prancis berusia 25 tahun itu telah menerima pemberitahuan dugaan pelanggaran terkait kegagalan memenuhi kewajiban whereabouts.
Skors tersebut mulai berlaku pada 18 September, tetapi AIU belum mengungkapkan waktu dan rincian kegagalan yang dituduhkan.
Atlet yang masuk dalam kelompok pengujian terdaftar wajib memberikan informasi lokasi mereka secara berkala, termasuk menentukan periode satu jam setiap hari ketika mereka dapat ditemukan untuk menjalani tes doping mendadak.
Tiga kegagalan dalam periode 12 bulan dapat menjadi dasar untuk dakwaan pelanggaran aturan antidoping dan berujung pada hukuman.
Hukuman standar untuk pelanggaran tersebut dapat mencapai dua tahun, meskipun durasinya dapat dikurangi berdasarkan tingkat kesalahan atlet.
Perwakilan Samba-Mayela menegaskan kasus tersebut tidak berkaitan dengan temuan zat terlarang dalam tubuh sang atlet.
“Saya mengonfirmasi bahwa Cyréna Samba-Mayela tidak pernah mendapatkan hasil positif dalam tes antidoping,” kata perwakilannya kepada Agence France-Presse.
Ia menambahkan bahwa proses yang sedang berjalan di AIU “secara eksklusif menyangkut persyaratan administratif whereabouts, bukan penggunaan zat apa pun”.
Samba-Mayela juga disebut terus merespons dalam batas waktu yang ditentukan dan bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan.
Cyréna Samba-Mayela meraih medali perak nomor 100 meter gawang pada Olimpiade Paris 2024.
Ia finis dengan waktu 12,34 detik, hanya terpaut 0,01 detik dari juara asal Amerika Serikat, Masai Russell, yang mencatat 12,33 detik. Jasmine Camacho-Quinn dari Puerto Rico meraih perunggu dengan 12,36 detik.
Medali tersebut menjadi satu-satunya medali atletik Prancis pada Olimpiade Paris. Samba-Mayela juga merupakan juara dunia indoor 60 meter gawang 2022 dan juara Eropa 100 meter gawang 2024.
Ia sebelumnya mengundurkan diri dari Kejuaraan Eropa di Birmingham pada Agustus karena cedera.
Samba-Mayela juga sempat mengalami cedera betis setelah kembali berkompetisi pada April setelah sebagian besar musim 2025 terganggu masalah kebugaran.
Jika kasus tersebut berujung pada larangan bertanding dua tahun sejak 18 September, Samba-Mayela dapat melewatkan Olimpiade Los Angeles 2028 yang dijadwalkan dibuka pada 14 Juli.
Kasus Cyréna Samba-Mayela menjadi kasus kedua atlet peraih medali kejuaraan Prancis yang terkena skors sementara AIU terkait whereabouts pada 2026.
Sebelumnya, atlet heptathlon Auriana Lazraq-Khlass juga dikenai skors sementara pada Maret.
Artikel Tag: olimpiade
Published by Wacana Berita at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/cyrena-samba-mayela-diskors-sementara-dalam-kasus-pelanggaran-antidoping
