
PT Multitrend Indo Tbk (MTI) dengan kode saham BABY mencatat penguatan kinerja pada kuartal II 2026. Operating Profit perusahaan mencapai Rp12,18 miliar, melonjak 270,9% secara tahunan (yoy), seiring perbaikan operasional dan integrasi bisnis dengan PT Emway Globalindo (EGI).
CEO PT Multitrend Indo Tbk Niraj Jain mengatakan bahwa integrasi diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan perusahaan. Adapun kinerja tersebut menjadi salah satu hasil dari proses integrasi pasca akuisisi EGI yang dijalankan oleh emiten berkode saham BABY itu melalui sistem operasional terstruktur.
Hingga akhir kuartal II 2026, proses integrasi telah mencapai 56%, dengan 61 tugas selesai, 20 tugas berjalan, dan 27 tugas belum dimulai.
“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, kami dapat melihat tidak hanya apakah sebuah pekerjaan telah selesai, tetapi juga bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan,” ujar Niraj dalam keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).
Dari sisi pendapatan, bisnis distribusi MTI dan EGI mencatat penjualan bersih Rp241,8 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Cash Margin juga naik 44% secara tahunan menjadi Rp85,3 miliar.
Secara konsolidasian, penjualan bersih MTI pada kuartal II 2026 mencapai Rp458,97 miliar, tumbuh 17% YoY dan 8% di atas anggaran. Sementara itu, Operating EBITDA tercatat Rp18,07 miliar.
Baca Juga: BEI Mau Batasi Harga Saham di Pasar Negosiasi, Ada Apa?
Selain itu, perbaikan operasional juga terlihat dari sejumlah indikator layanan yang mana overall SLA meningkat dari 91,65% pada kuartal I menjadi 94,80% pada kuartal II 2026, finance SLA naik dari 68,83% menjadi 78,89%, sedangkan distribution SLA dan warehouse SLA masing-masing mencapai 98,03% dan 98,24%.
Dari sisi modal kerja, Cash Conversion Cycle turun 29 hari dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga turun dari 226 hari menjadi 214 hari. Perbaikan tersebut turut mendukung posisi kas bersih MTI sebesar Rp32,68 miliar pada akhir Juni 2026.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya tim dalam membangun cara kerja yang lebih terstruktur selama proses integrasi MTI dan EGI. Bagi kami, integrasi bukan hanya mengenai menyatukan dua entitas, tetapi juga memastikan setiap fungsi dapat bekerja secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap bisnis,” kata Niraj.
