
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pengembangan pariwisata di Pulau Tidung harus berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga pesisir.
Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Tidung, Jumat (25/9/2026), dengan meninjau keramba budidaya ikan kerapu dan bawal bintang, fasilitas pendidikan vokasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 61 Jakarta, dan lokasi mural publik yang menjadi bagian dari penguatan wisata dan ekonomi lokal.
“Dampaknya diharapkan nyata bagi ekonomi Pulau Tidung, mulai dari meningkatnya okupansi homestay, jasa transportasi laut, lama tinggal dan belanja wisatawan, hingga pendapatan pelaku usaha lokal,” ujar Wagub Rano.
Menurut Wagub Rano, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong model pariwisata yang berjalan seiring dengan konservasi, namun tetap membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan konservasi. Karena itu, kegiatan ini dibarengi Gerakan Jaga Jakarta berupa pilah sampah, pelepasan ikan bawal bintang, dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir,” katanya.
Untuk memperkuat ekonomi kreatif, Pemprov DKI melibatkan warga dalam berbagai pelatihan keterampilan yang memiliki nilai jual bagi wisatawan.
“Yang penting, warga lokal dilibatkan langsung. Ada pelatihan kuliner sukun dan kopi Tidung, nail art biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop untuk membuka peluang ekonomi kreatif baru,” tutur Rano.
Baca Juga: Rano Karno Ingatkan Transportasi Jakarta Bukan Sekadar Angkut Warga
Baca Juga: Ada Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Baca Juga: APBD Jakarta Dipangkas Rp1,76 Triliun, Rano Karno Harap Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh
Lebih lanjut, selain pelatihan, Pemprov DKI juga menyiapkan pasar kreatif sebagai etalase bagi pelaku usaha lokal memasarkan produk secara langsung.
“Pasar kreatif juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk memasarkan kuliner khas dan kerajinan langsung kepada wisatawan, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada aspek seni, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” jelasnya.
Rano berharap ekosistem wisata yang dibangun mampu memperpanjang durasi kunjungan, meningkatkan belanja wisatawan, serta menggerakkan sektor-sektor pendukung seperti homestay, kuliner, kerajinan, dan transportasi laut di Pulau Tidung.
