
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen negatif dari pasar global, mulai dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury hingga sinyal kebijakan hawkish dari The Fed.
Pada perdagangan Kamis (24/9/2026), indeks di Wall Street ditutup mixed. Pasar masih mencermati kenaikan harga minyak, peningkatan yield US Treasury, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Phintraco Sekuritas juga menyoroti isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan menjadi dua topik utama dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
“Di sisi lain, negosiator AS dan Iran dilaporkan tengah membahas kemungkinan kesepakatan secara bertahap,” tulis riset Phintraco Sekuritas.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat 3,4% menjadi US$106 per barel pada Kamis (24/9). Sementara itu, harga emas melemah 0,3% ke level US$4.273 per troy ounce.
Tekanan juga terlihat di pasar obligasi AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 10 basis poin ke level 5,223%.
Baca Juga: IHSG Rawan Tertekan, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Perhatian Investor
Baca Juga: Investor Asing Buang Saham Rp2,74 Triliun, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran Jual
Baca Juga: BEI Turunkan Batas Harga Jadi Rp1, Ini Deretan Saham Konglo di Bawah Gocap
“Kenaikan yield dan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Dari dalam negeri, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,2% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Agustus 2026.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguji area 6.186-6.200 pada perdagangan hari ini.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas memilih ENRG, MEDC, ELSA, AKRA, dan ANTM sebagai top picks.
