
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (25/9/2026). IHSG turun 0,90% atau 56,71 poin ke level 6.241,89.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka di zona hijau. Namun, penguatan tersebut tak bertahan lama dan indeks berbalik melemah hingga penutupan perdagangan.
Tekanan terlihat dari mayoritas saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 557 saham melemah, sementara hanya 118 saham yang menguat dan 117 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp9,45 triliun. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 33,26 miliar saham.
IHSG Diperkirakan Diuji Pada Level 6.186-6.200
Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9/2026).
Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen negatif dari pasar global, mulai dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury hingga sinyal kebijakan hawkish dari The Fed.
Pada perdagangan Kamis (24/9/2026), indeks di Wall Street ditutup mixed. Pasar masih mencermati kenaikan harga minyak, peningkatan yield US Treasury, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Phintraco Sekuritas juga menyoroti isu perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan menjadi dua topik utama dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
“Di sisi lain, negosiator AS dan Iran dilaporkan tengah membahas kemungkinan kesepakatan secara bertahap,” tulis riset Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: IHSG Dibayangi Tekanan Global, Waspadai Level 6.306
Baca Juga: Kurang dari 3 Bulan, OJK Rampungkan Aturan Demutualisasi BEI
Baca Juga: Danantara Bakal Kuasai 40% Saham BEI, OJK: Belum Ada Pengajuan Resmi
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat 3,4% menjadi US$106 per barel pada Kamis (24/9). Sementara itu, harga emas melemah 0,3% ke level US$4.273 per troy ounce.
Tekanan juga terlihat di pasar obligasi AS. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 10 basis poin ke level 5,223%.
“Kenaikan yield dan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Dari dalam negeri, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,2% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Agustus 2026.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG kembali menguji area 6.186-6.200 pada perdagangan hari ini.
