
KORAN MANDALA –Kemarau panjang mulai menyulitkan warga Kampung Cilegong, Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, mendapatkan air bersih.
Persediaan air yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari terus menipis. Warga pun harus mencari sumber air agar kebutuhan dasar seperti minum, memasak, mandi hingga mencuci tetap terpenuhi.
Kondisi tersebut terlihat di Kampung Cilegong RT 14/RW 04. Di tengah cuaca panas yang berlangsung cukup lama, keterbatasan pasokan membuat air bersih menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi warga.
Becak Listrik Sudah Datang, Kesiapan Pemkot Bandung Justru Dipertanyakan
Situasi ini kemudian mendapat perhatian Polsek Jatiluhur Polres Purwakarta bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur. Keduanya menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setempat pada Kamis (24/9/2026).
Bagi warga yang sumber airnya mulai berkurang, tambahan pasokan tersebut menjadi bantuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi sumber air yang belum kembali normal.
Kapolsek Jatiluhur Polres Purwakarta Kompol A. Abdul Kodir mengatakan, penyaluran dilakukan karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian ketika kemarau berlangsung panjang.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui sinergi dengan PJT II, kami berupaya membantu warga yang mengalami keterbatasan air akibat kemarau panjang,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini mengatakan, persoalan air bersih membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak.
“Polri akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat kemarau,” ungkapnya.
Warga juga diimbau menggunakan air secara bijak dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Imbauan tersebut penting agar persediaan yang tersisa dapat dimanfaatkan selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Kondisi di Kampung Cilegong menjadi gambaran dampak kemarau yang mulai menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Ketika sumber air semakin terbatas, pasokan tambahan menjadi penopang sementara agar kebutuhan sehari-hari warga tetap dapat terpenuhi.
