Wednesday, September 23News That Matters

Sebelum Turun, Ada Hampir 300-350 Orang Direshuffle


Wacana Berita, Jakarta –

Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi menteri keuangan disebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kinerja. Diduga terdapat sejumlah hal yang melatarbelakangi hal itu, termasuk dinamika di Kabinet Prabowo.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli melihat adanya dinamika internal kementerian terkait yang diduga ikut menjadi latar belakang keputusan tersebut. Menurutnya, Purbaya diganti karena sejumlah persoalan yang berkembang di internal Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Yakin Prabowo Sedang Tersandera, Mahfud: Pidatonya Bagus, Tapi Pelaksanaannya Asal Jalan

Ia menduga faktor utama bukanlah kinerja sosok itu sebagai menteri keuangan, melainkan adanya persoalan internal yang kemudian berkembang menjadi konflik.

“Kenapa? Mungkin hanya presiden yang tahu. Kalau dugaan bukan masalah kinerja tapi mungkin drama internal kalau saya lihat,” kata Dipo, dikutip Rabu (23/9/2026).

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah persoalan internal yang disebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi di Kementerian Keuangan. Ia menyinggung dua posisi strategis, yakni Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Yang pertama mungkin karena ramai-ramai masalah internal di Kementerian Keuangan itu satu. Dan itu ada dua dirjen yang bermasalah, yaitu Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai,” jelasnya.

Namun, menurutnya, ada satu peristiwa yang dianggap lebih menarik untuk diperhatikan menjelang pergantian dari Purbaya. Ia menyebut adanya perombakan besar-besaran di lingkungan kementerian yang dilakukan sekitar sepekan sebelum sosok itu diturunkan dari jabatannya.

“Perlu diketahui sebelum beliau diturunkan sempat melakukan reshuffle besar-besaran di Kementerian Keuangan. Ada hampir 300-350 orang di-reshuffle,” paparnya.

Dipo menekankan bahwa perombakan tersebut bukan hanya menyentuh pejabat pada level tertentu. Menurut dia, perubahan juga sampai menyasar staf di lingkungan kementerian.

“Jadi, ini bukan level eselon II atau apa tapi sampai staf yang di-reshuffle. Ini memang jadi gejolak di internal,” sambungnya.

Dari sinilah ia melihat kemungkinan munculnya gesekan internal. Kebijakan perombakan dalam jumlah besar dapat memunculkan ketidakpuasan dari pihak-pihak yang terdampak, terlebih ketika perubahan tersebut dilakukan dalam waktu yang relatif singkat sebelum pergantian Menteri Keuangan.

Selain persoalan internal, ia juga mengungkap faktor lain yang menurutnya patut diperhitungkan, yakni hubungan Purbaya dan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya dan Prabowo kerap terlihat memiliki hubungan yang cukup dekat dalam sejumlah kesempatan. Namun, Dipo menilai persepsi tersebut belum tentu menggambarkan kondisi politik yang sebenarnya.

“Mungkin kalau di media sosial kita lihat beliau dekat dengan Presiden. Tapi sepertinya itu tidak benar juga,” ujarnya.

Faktor lain yang juga disorotinya adalah persoalan restitusi pajak. Ia menduga kebijakan eks menteri tersebut dalam menangani restitusi berpotensi menimbulkan ketidakpuasan dari kalangan pengusaha besar.

Menurut dia, ada kemungkinan proses restitusi pajak yang ditahan atau diperketat membuat sejumlah pengusaha mengajukan keberatan.

Baca Juga: PSI Soal Gugatan Denny Indrayana Cs: Mereka Cuma Ingin Cari Panggung di Atas Nama Gibran

“Mungkin ketiga sedikit lemah soal restitusi pajak. Banyak yang ditahan, pengusaha yang besar dan oligarki komplain,” tutur Dipo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *