
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Penguatan tersebut melanjutkan tren positif sejak awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 97,86 poin atau 1,56% ke level 6.374,91.
Sepanjang perdagangan, IHSG mayoritas bergerak di zona hijau. Namun, indeks sempat menyentuh level terendah di 6.253,73.
Penguatan IHSG tercermin dari mayoritas saham yang ditransaksikan. Sebanyak 448 saham ditutup menguat, sementara 186 saham melemah dan 159 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham mencapai sekitar Rp12,81 triliun. Sementara itu, volume transaksi tercatat sebanyak 36,66 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,91 juta kali.
IHSG Dipengaruhi Sentimen BI
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu (23/9/2026).
“Proyeksi tersebut menjadi salah satu sentimen yang dicermati pasar setelah BI sebelumnya mempertahankan BI Rate di level 5,75%,” tulis Phintraco Sekuritas.
Phintraco juga memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 meningkat menjadi 15% secara tahunan (year on year/yoy). Sebagai perbandingan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 tercatat 13,58% yoy.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Penguatan saham teknologi berlanjut, sementara pelemahan sektor keuangan menahan kenaikan indeks secara keseluruhan.
Nasdaq mencatat rekor penutupan baru, didorong penguatan saham-saham terkait teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Isu geopolitik tersebut turut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap pergerakan harga energi dan sentimen pasar global.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Menguat, Naik 0,33% ke Level 6.297
Baca Juga: BEI Turunkan Batas Harga Jadi Rp1, Ini Deretan Saham Konglo di Bawah Gocap
Baca Juga: BEI Soroti Gerak Saham Emiten Lippo (LPPF), Ada Apa?
Sementara itu, harga minyak melemah sekitar 1% dan bergerak di bawah US$100 per barel pada 22 September. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun tipis ke sekitar 4,959%.
Harga emas justru menguat 0,28% ke level US$4.396 per troy ounce.
Untuk pasar saham domestik, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 6.186–6.200 pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Pergerakan IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari keputusan BI terkait suku bunga, perkembangan pertumbuhan kredit, hingga dinamika pasar global dan harga komoditas.
Sebelumnya, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak konsolidasi dan mencermati level teknikal tertentu sebagai penentu arah indeks.
